siwah.com

Category: Political Marketing

  • “Shutdown” Amerika: Proses Politik yang Menutup Taman Nasional dan Fasilitas Kesehatan


    Pengumuman penutupan layanan di Taman Nasional Yosemite, Washington, Amerika, menyusul “shutdown” layanan pemerintah Amerika karena berlarutnya pembahasan anggaran di parlemen. Gambar diambil Selasa (1/10/2013). | SCOTT OLSON / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP

    WASHINGTON, KOMPAS.com – Sebagian besar layanan publik Pemerintah Amerika Serikat, berhenti, Selasa (1/10/2013), karena perdebatan tak berujung antara kubu Republik dan Demokrat. Mereka pun saling menyalahkan sebagai penyebab penutupan layanan badan federal, taman nasional, dan fasilitas di seantero negeri. Bagaimana latar, dampak, dan tarik ulurnya?

    Masih tak cukup dengan berhentinya layanan pemerintah, pemimpin dari kedua kubu malah menyatakan “shutdown” layanan pemerintah yang Rabu (2/10/2013) memasuki hari kedua, bisa berlangsung berpekan-pekan. Bahkan, penghentian layanan juga dapat berlanjut bila Kongres menolak menaikkan plafon utang yang dapat diambil pemerintah. Jika pengajuan plafon utang itu ditolak, utang-utang Amerika akan gagal bayar alias default pada pertengahan Oktober 2013.
    (more…)

  • Mencari Capres di Media Sosial

    KOMPAS.com – Di negeri maya, jangan coba bermimpi menjadi presiden pemimpin mereka jika pengikut di Twitter atau jumlah tayang video Anda di Youtube hanya ratusan orang. Di negeri maya, Anda juga harus siap di-bully warga internet atau netizen jika dianggapnya jauh dari idealisme khas mereka.

    Fenomena itu mulai menimpa para peserta Konvensi Pemilihan Calon Presiden dari Partai Demokrat. Perang di media sosial tak terelakkan. Media sosial, seperti Twitter, Youtube, dan Facebook, menjadi senjata termurah untuk mendongkrak popularitas. Twitter menjadi media terlaris. (more…)

  • Pohon Beringin …

    Oh dikau beringin
    Rindang batangmu membentang
    Tempat yang teduh bagi kelana dahaga
    Pohon beringin
    Dikau lambang pengayoman
    damai tenteram dan bahagia
    berkat kau perkasa
    (”Pohon Beringin” ciptaan Suwandi) 

    KOMPAS.com – Pohon beringin dikenal dengan ”pohon berjalan” atau ”pohon berkaki banyak”. Ia dijuluki ”pohon berjalan” karena suka merambah ke mana-mana seperti politisi yang gemar berbisnis atau pebisnis yang suka berpolitik. Ia disebut ”pohon berkaki banyak” karena kaki kekuasaannya di mana-mana, membuat jorok dan sumpek wilayah sekitarnya.
    (more…)

  • Tanpa Jokowi, 2014 Bukan Pemilu

    JAKARTA,KOMPAS.com — Pengamat politik Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai, tidak ada tokoh dan politisi yang dapat menandingi popularitas dan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi.

    Dia menyatakan, tanpa Jokowi sebagai peserta Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, perhelatan demokrasi itu tidak dapat disebut pemilu. “2014 tanpa Jokowi, bukan pemilu,” ujar Boni dalam diskusi bertajuk “Memilih Capres Secara Rasional” di Jakarta, Sabtu (14/9/2013). (more…)

  • Survei, Mayoritas Kelas Menengah Tak Pilih Partai Islam

    VIVAnews – Elektabilitas partai-partai Islam terus merosot. Mereka diprediksi akan mengalami kekalahan dalam Pemilu 2014 mendatang. Kesimpulan serupa juga ditemukan lembaga survei Avara.

    Avara menggelar survei nasional terbaru pada 15 Juli sampai dengan 23 Agustus 2013 di antara kelas menengah. Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka 6 kota besar di Indonesia yaitu Jabodetabek, Medan, Surabaya, Makassar, Bandung, Semarang. Metode pengumpulan data secara stratified random sampling.
    (more…)

  • Kampanye Terselubung di Sosial Media Kian Gencar

    TEMPO.COJember – Acara pencoblosan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur akan berlangsung Kamis besok, 29 Agustus 2013, dan saat ini merupakan masa tenang. Namun, di Kabupaten Jember, justru kian gencar kampanye terselubung menggunakan fasilitas media sosial, seperti short message service (SMS), Facebook, Twitter, maupun BlackBerry Messenger (BBM).

    Isi kampanye umumnya berupa ajakan untuk memilih pasangan tertentu dengan menggunakan idiom-idiom. Di antaranya, “Sudah Ada Ibu, Tak Perlu Ikut Pak Dhe”, “Salam Jempol dari Pak Dhe”, “Semoga Berkah”, “Tidak Usah Bingung”, Yang Penting Beres”, “Kacepot Gulena Merah”, Salah Lopot Nyoblos KarSa”, serta “Jempol Mantap Poll”.
    (more…)

  • Perilaku Pemilih Indonesia

    PASCA-REFORMASI, rakyat sangat berpengaruh dalam perpolitikan di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari kekuatannya untuk memilih anggota DPR, DPD dan Presiden. Pada masa Demokrasi Terpimpin dan Demokrasi Pancasila, rakyat tidak memiliki kekuatan yang sangat berpengaruh untuk menentukan pemimpinnya karena pemimpin pada masa Demokrasi Terpimpin maupun Demokrasi Pancasila tidak dipilih secara langsung oleh rakyat. (more…)

  • Memotong ‘Goblokisasi’

    “History repeats itself, first as tragedy, then as farce” (Karl Marx)

    ADA banyak penyesatan politis di Aceh. Orang-orang ‘pintar’ terlibat. Mereka bilang ke masyarakat awam bahwa UUPA dan MoU Helsinki adalah manifesto partai politik. Mahasiswa ilmu politik Semester I pun tahu kalau MoU Helsinki adalah konsensus konflik, sedangkan UUPA produk hukum. (more…)

  • Partai Politik Terus Berbenah

    JAKARTA, KOMPAS — Penurunan partisipasi pemilih dalam setiap pemilihan umum dianggap wajar karena terjadi juga di banyak negara maju. Meski demikian, partai politik tetap harus berbenah diri agar sesuai dengan kehendak rakyat. (more…)

  • Tak Ada Salahnya Aktivis & Akademisi Terjun ke Dunia Politik

    JAKARTA- Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya Sugiarto, merilis buku autobiografi bertajuk ‘Titik Balik’ di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Sabtu (27/7/2013) sore. (more…)