siwah.com

Category: Political Marketing

  • Mengapa Foke-Nara Kalah?

    JAKARTA, KOMPAS.com – Kekalahan yang diterima Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli atau Foke-Nara menurut penghitungan cepat disebabkan karena salah strategi sikap politik Foke-Nara. Sikap politik tersebut sudah melekat pada karakteristik Foke sejak putaran pertama. (more…)

  • Sosial Media di Mata Jokowi

    TEMPO.CO, Jakarta–Calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menyatakan pentingnya sosial media dalam kampanye pemilihan gubernur DKI Jakarta. Sosial media bisa menjadi alat membangun persepsi serta ajang meluruskan beragam informasi yang simpang siur.

    “Ini kan di sini membangun persepsi yang paling penting kan membangun persepsi. Jadi kalau ada yang bengkok harus diluruskan. Ini tugasnya media sosial,” kata Jokowi dalam pertemuan dengan relawan sosial media Jokowi-Ahok di Menteng, Sabtu, 25 Agustus 2012. Menurut ia, pada era sekarang ini, semua warga Jakarta pasti aktif dalam media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Kaskus.

    (more…)

  • RPJM Wujud Harapan dan Balas Budi

    Pemimpin Aceh, Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf membuat keputusan Tim Penyusunan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Isinya masih memiliki serangkaian tanda tanya, apa yang melatarbelakang putusan tim penyusunan RPJM? Disinilah letak menariknya bagi saya menganalisisnya.

    Nantinya pun disertai dengan prediksi dampaknya. Tapi patut di berikan apresiasi atas keputusan tersebut. Langkah itu bagian respon cepat dalam mendorong berjalannya pemerintahan yang baik (Good Goverment). Jangan sampai pembuatan tim penyusun RPJM 2012-2017 tidak mencerminkan upaya menuju pemerintahan yang baik. Harapan masyarakat Aceh berada di pundak tim perumus RPJM, jikalau berhasil menyusun dengan sesuai kebutuhan masyarakat bawah (grass root), bukan kebutuhan dan pemikiran tim penyusun menganggap mengetahui utuh keadaaan realitas tanpa terlebih dahulu turun ke lapangan.
    (more…)

  • Akrobatik Golkar Aceh di Pemilu 2014

    Aryos Nivada

    Satu tahun lagi seluruh partai nasional mampu lokal mempersiapkan diri sebelum menuju pemilu 2014, jikalau hitung tahun di 2013. Menjadi pemenang sebagai target politik meraih kekuasaan di ranah legislatif. Salah satu partai yang tertarik dianalisis yakni Partai Golongan Karya (Golkar).

    Ketika mengetahui rekam jejak di pentas perpolitikan sudah malang melintang, bahkan kepiawaian merajut kekuasaan hingga sampai saat ini masih diperhitungkan lawan politiknya. Bisa dibilang Golkar di atas rata-rata partai lain dari segi politisi, manajemen kepartaiannya, strategi politiknya, kalkulasi kekuatan, dll.
    (more…)

  • Political Marketing in 2012

    Editor’s Note: I am very pleased to introduce a new contributor to Research Access – Matt Simon. Matt will be writing regularly for Research Access about political marketing and research topics. He worked in Washington, DC, for 23 years as a political writer, magazine editor, and producer, including eight years as producer of “Face-Off,” a national daily debate program featuring US Senators Ted Kennedy and John McCain. He is founder of the Seattle-area Eastlake Digital Group, which specializes in social media marketing. Matt can be reached at mattsimon@q.com.

    Don’t Hurt Me?

    Envy not political marketers—particularly those connected with the 2012 US presidential race. Why? Well, before we get to the specifics of 2012, I’ll start by confessing that my many years in Washington, DC, made it physically difficult for me to type the phrase “political marketer.” I was instantly visited by three ghosts from workplaces past, all with very nervous stomachs, who peered over my shoulder at my screen and said, respectively, “You’re off message!” “Don’t say ‘marketers’!” and, “We’re ‘advocates for a secure tomorrow’—I think. Let me get back to you on the exact wording.”
    (more…)

  • Era Berubah, Kebutuhan Publik Tetap

    Dalam sistem demokrasi, keberadaan partai politik pada dasarnya sangat bergantung pada citra positif di mata masyarakat. Parpol yang ”baik” akan mampu mendulang simpati publik. Sebaliknya, parpol yang kurang memperjuangkan nasib rakyat cenderung akan ditinggalkan. Pengalaman dalam Pemilu 1999, Pemilu 2004, dan Pemilu 2009 menunjukkan muncul dan hilangnya parpol di percaturan politik.
    (more…)

  • Melihat Lagi Kekuatan Partai

    Fungsi penting partai politik sebagai institusi utama demokrasi adalah memperjuangkan kepentingan rakyat. Namun, partai cenderung mengabaikan fungsinya itu. Popularitas pemimpin, kekuatan ideologi, dan soliditas partai, menurut publik, menjadi kunci untuk membangun kembali keberadaan parpol.

    Sejumlah jajak pendapat tentang parpol yang dilakukan Litbang Kompas menyimpulkan, parpol kini dinilai hanya memperjuangkan kepentingan elite politiknya dan mengabaikan kepentingan konstituen. Citra dan rapor kinerja parpol nyaris senantiasa terpuruk dari waktu ke waktu.
    (more…)

  • Biaya Politik Tinggi untuk Citra Seolah-olah

    Kemenangan Barack Obama dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2008 menginspirasi banyak pihak. Salah satunya, Trimedya Panjaitan, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

    ”Saat itu, saya terinspirasi gaya kampanye Obama yang menggunakan berbagai media, terutama media sosial. Dia juga memiliki tim kampanye profesional yang melekat ke dirinya,” kenang Trimedya beberapa waktu lalu.

    Trimedya yang berniat kembali duduk di DPR dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara II lantas menggunakan konsultan kampanye. Saat itu, banyak lembaga survei menawarkan jasa. Kontrak kerja senilai Rp 1 miliar ditandatanganinya.
    (more…)

  • Perlu Kehadiran Calon Perseorangan

    Jakarta, Kompas – Pengajar ilmu politik Universitas Gadjah Mada, Ari Dwipayana, tidak setuju jika gubernur dipilih oleh DPRD karena praktis tidak ada lagi peluang bagi calon perseorangan maju. Kalaupun ada calon perseorangan yang lolos berkompetisi, dalam logika sederhana, amat kecil kemungkinan anggota DPRD yang juga wakil partai akan memilih kandidat perseorangan.

    ”Kesimpulannya, calon perseorangan tidak punya ruang atau peluang politik dalam sistem pemilihan oleh DPRD,” ujar Ari, Sabtu (4/8).
    (more…)

  • Pilkada Serentak Disambut

    Jakarta, Kompas – Pemerintah menyambut baik gagasan penyelenggaraan pemilihan umum serentak, baik untuk presiden, legislatif, maupun kepala daerah. Pemerintah akan proaktif merumuskan pengaturan tentang pemilu serentak bila Dewan Perwakilan Rakyat menyepakati hal itu.

    Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Jakarta, Sabtu (4/8). Dari pengalaman pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak di Sumatera Barat dan Aceh beberapa waktu lalu, biaya pilkada menjadi jauh lebih hemat, tenaga lebih efisien, dan masyarakat tidak perlu berulang-ulang ke tempat pemungutan suara.
    (more…)