siwah.com

Blog

  • Kampanye 9 Bulan Ancam Kocek Parpol Baru

    Jakarta – Masa kampanye Pemilu 2009 cukup panjang, hampir 9 bulan. Partai politik (parpol) baru terancam krisis dana.

    “Masa kampanye panjang, partai-partai baru harus bisa mengefektifkan dananya,” ujar Direktur Nasional Lingkar Madani Ray Rangkuti.
    (more…)

  • Pemilu Jangan Dibuat Lucu-lucuan

    Jakarta – Kampanye baru saja dimulai, namun pelanggaran yang dilakukan parpol sudah mulai bermunculan. Keadaan itu disesalkan karena membuat Pemilu yang menentukan nasib rakyat dianggap sebagai dagelan.

    “Jangan jadikan Pemilu ini Pemilu lucu-lucuan. Tidak ada peningkatan komitmen, padahal desainnya bagus dan parpolnya banyak,” kata pengamat politik dari Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti.
    (more…)

  • Survei CSIS: Golkar Dijagokan Pemilih Pemula

    Jakarta – Kepercayaan masyarakat sempat menurun kepada Partai Golkar setelah jatuhnya Orde Baru. Namun tidak dinyana, dalam Pemilu 2004, Partai Golkar mempunyai kursi terbanyak di DPR. Dalam Pemilu 2009 mendatang, Partai Golkar akan dijagokan kembali tapi oleh pemilih muda yang baru saja nyoblos.
    (more…)

  • Indra J Piliang: Prabowo Keluar, Golkar Makin Solid

    Jakarta – Hengkangnya Prabowo Subianto dari Partai Golkar menimbulkan 2 akibat terhadap kekuatan partai berlambang pohon beringin itu. Bisa berkurang, bisa juga bertambah.

    “Bisa mengurangi, bisa saja malah bertambah kuat Golkar. Karena Prabowo itu dihitung sebagai salah satu faksi,” ujar pengamat politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Indra J Piliang di Kantornya, Jl Tanah Abang III, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2008).
    (more…)

  • Survei CSIS: Capres Dipilih Bukan Karena Partainya

    Jakarta – Masyarakat Indonesia cenderung lebih memilih presiden berdasarkan personalitasnya bukan partai pengusungnya. Inilah hasil survei CSIS untuk Pemilu 2009.

    Survei CSIS ini dilakukan di 13 provinsi di Indonesia yang mempunyai kursi anggota dewan terbesar di DPR. Survei diambil pada 11-17 Mei 2008 terhadap 3.000 responden dengan metode alat bantu menunjukkan foto figur dari masing-masing tokoh 34 partai yang ikut dalam Pemilu 2009.
    (more…)

  • PR Terberat Prabowo Soal Citra

    Jakarta – Pilihan calon presiden (capres) pada Pemilu 2009 akan makin banyak. Satu yang baru muncul adalah Prabowo Subianto. Ya, Prabowo yang mantan Danjen Kopassus itu. Yang sering muncul di iklan televisi mengajak masyarakat agar lebih menghargai dan mau mengkonsumsi produk pertanian domestik itu.
    (more…)

  • Parpol Siap Hindari Black Campaign

    JAKARTA – Sejumlah partai politik (parpol) berkomitmen menghindari black campaign (kampanye negatif). Pasalnya, kampanye dengan tipologi menyerang tersebut terkadang mencederai proses demokrasi.

    Wakil Ketua Umum DPP Partai Damai Sejahtera (PDS) Denny Tewu mengatakan, dalam rangka pembelajaran politik bagi rakyat, kampanye bersih dan santun harus dikedepankan.
    (more…)

  • KPU Akan Buat Juklak Kampanye

    JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan segera membuat petunjuk pelaksanaan (Juklak) peraturan kampanye yang telah diatur dalam peraturan KPU No 19 tahun 2008. Pembuatan juklak tersebut dirasa penting untuk mencegah adanya multi tafsir atas defenisi kampanye baik antara KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun dengan parpol peserta pemilu dan masyarakat.
    (more…)

  • Hore…! Masih Ada Swing Voters 30 Persen

    JAKARTA – Peluang parpol peserta pemilu untuk merebut simpati masyarakat masih terbuka lebar. Hingga hari ini masih terdapat 30 persen pemilih yang belum menentukan parpol pilihannya dalam Pemilu 2009.

    “Masih ada 30 persen dari 3 ribu populasi responden yang menyatakan belum memiliki pilihan parpol hingga hari ini,” ujar Ketua Tim Survey CSIS, Nico Teguh Hardjanto dalam acara Pemaparan Hasil Survey Perilaku Pemilih Indonesia 2008 di Kantor CSIS, Jakarta, Selasa (15/7/2008).
    (more…)

  • Meski Efektif, BRTI Belum Ijinkan Kampanye Pemilu via Ponsel

    JAKARTA – Berkampanye melalui media ponsel merupakan langkah yang efektif. Namun hingga kini belum ada kejelasan regulasi yang mengatur tata cara berkampanye melalui perangkat genggam tersebut.

    “BRTI menyadari bahwa 100 juta lebih pengguna telepon genggam merupakan media yang efektif untuk berkampanye. Namun hingga kini kami belum dapat penjelasan dari KPU mengenai peraturan tersebut,” ujar Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi saat dikonfirmasi melalui telepon genggam, Senin (14/7/2008).
    (more…)