BANDA ACEH – Partai politik peserta Pemilu 2009, diminta untuk mengeluarkan pernyataan bersama dalam mengantisipasi lahirnya sikap diskriminasi ataupun tindakan lainnya yang dapat mengancam jalannya pesta demokrasi di Aceh. Demikian salah satu hal yang mengemuka dalam diskusi publik tentang strategi dan langkah mewujudkan pemilu damai di Aceh, dilaksanakan oleh Yayasan Insan Cita Madani (YICM), di Rodya Café, Banda Aceh, Sabtu (12/7).
Acara yang dimoderati oleh Irwan Adaby itu menghadirkan sejumlah pemateri dari partai politik lokal. Mereka adalah Amiruddin dari Partai Aceh (PA), Thamrin Ananda dari Partai Rakyat Aceh (PRA), Nurkhalis dari Partai Daulat Atjeh (PDA), dan Hayatisna dari Partai Aliansi Rakyat Aceh (PARA) Peduli Perempuan. Partai yang disebut terakhir, dinyatakan tidak lolos dalam seleksi faktual yang dilaksanakan oleh KIP Aceh beberapa waktu lalu.
(more…)