siwah.com

Blog

  • Partai Politik: Pilkada, Embrio Koalisi Permanen

    Imam Prihadiyoko

    Kemenangan kader Partai Amanat Nasional atau PAN, Dede Yusuf, yang berpasangan dengan kader Partai Keadilan Sejahtera atau PKS, Ahmad Heryawan, dalam Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Jawa Barat, meski baru di tingkat hitungan cepat (quick count), dinilai fenomenal. Dede, wakil rakyat yang juga bintang film, diyakini menjadi faktor dalam kemenangan pasangan itu selain karena berjalannya mesin politik partai.

    Bersama dengan sejumlah partai lain, PAN sebelumnya juga berhasil menempatkan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang sebagai Kepala Daerah Sulawesi Selatan. Kemenangan PAN pada pilkada itu justru diraih dari daerah yang menjadi basis massa partai lain, terutama Partai Golkar. Tahun 2005-2005, 41 dari 61 kemenangan calon kepala daerah yang diajukan PAN, sendiri atau berkoalisi, berada di basis Partai Golkar, meski 18 kemenangan itu di antaranya juga dilakukan bersama koalisi Partai Golkar.

    Apakah kondisi ini merupakan reaksi sesaat, keberhasilan bekerjanya mesin partai, atau fenomena yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang, perlu kajian lebih mendalam. Kalau melihat dalam perspektif politik aliran, PAN sekarang memang lebih dekat dengan platform nasionalis ketimbang partai agama, meskipun PAN adalah partai yang dilahirkan tokoh Muhammadiyah, M Amien Rais. Soetrisno Bachir sebagai ketua umum tampaknya bisa membawa PAN lebih ke tengah sehingga terbuka ruang yang lebih luas bagi kader untuk mendapat dukungan dari massa nasionalis.

    Soetrisno melihat kemenangan yang diraih PAN adalah kepiawaian dalam mendorong tokoh muda yang masih baru dalam pentas politik nasional dan mulai bergeraknya mesin partai. ”Masyarakat kita bosan dengan tokoh yang 4L, loe lagi loe lagi. Selain itu, kegairahan di PAN juga didorong dengan keputusan untuk memakai sistem suara terbanyak ketimbang nomor urut, seperti yang disepakati dalam UU Pemilu Legislatif,” ujar Soetrisno, Rabu (16/4), saat berbicara di Kampus Universitas Indonesia, Depok.

    (more…)

  • Pemilu 2009: Dominasi Partai Golkar dan PDI-P Berakhir

    Jakarta, kompas – Kemenangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf dalam Pilkada Jawa Barat dan Syamsul Arifin-Gatot Pujonugroho dalam Pilkada Sumatera Utara tidak serta-merta membuat Partai Keadilan Sejahtera optimistis memenangi Pemilu 2009. Kemenangan tersebut, bagi Presiden PKS Tifatul Sembiring, hanya membuktikan bahwa dominasi dua partai besar (Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P) sudah berakhir.

    Hal tersebut dikemukakan Tifatul, Minggu (20/4) di Jakarta. ”Saya tidak mengklaim bahwa dengan kemenangan calon yang didukung PKS (Partai Keadilan Sejahtera) di dua pilkada tersebut membuat kami yakin memenangi Pemilu 2009. Hanya saja, yang saya amati di Jabar dan Sumut, dominasi Golkar dan PDI-P berakhir,” ujarnya.

    Ia tidak mengklaim PKS bakal menang dalam Pemilu 2009 mengingat duet dua pasangan tersebut tidak hanya didukung PKS. Di Jabar, Heryawan dan Dede juga didukung Partai Amanat Nasional. Sementara itu, dalam Pilkada Sumut, PKS berkoalisi dengan Partai Persatuan Pembangunan, Partai Bulan Bintang, dan parpol kecil lainnya.

    (more…)

  • Kader Islam Lebih Siap ketimbang Partai Islam

    Jakarta, Kompas – Kader dari kalangan Islam lebih siap tampil dalam pemilu presiden mendatang ketimbang partai politik Islam yang akan maju dalam pemilu legislatif. Ketimpangan ini membuat kader Islam yang siap dalam persaingan kepemimpinan nasional terhambat oleh mekanisme demokrasi.

    Ini dikatakan Direktur Eksekutif Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Yudi Latif dan Ray Rangkuti dari Lingkar Madani Indonesia di Jakarta, Selasa (22/4).

    ”Kesiapan sumber daya manusia dari kalangan Islam ini jejaknya bisa dilihat sejak pemerintahan Soekarno. Hal itu semakin menguat pada masa Presiden Soeharto, ketika kelompok Islam mulai banyak yang dikirim untuk belajar di luar negeri dan perguruan tinggi Islam semakin banyak didirikan,” ujar Yudi.

    Pada masa Soekarno, banyak kader dari kalangan Islam dan sosialis yang belajar di negara Barat. Sementara dari kalangan nasionalis banyak yang belajar di negara Timur.

    (more…)

  • Tak Masuk Akal, Atur Berita Pemilu: Tak Ada Kewajiban Media Massa Muat Berita Pemilu

    Jakarta, Kompas – Media massa tidak mempunyai kewajiban memuat berita kampanye partai politik. Hal ini merupakan bagian dari kebebasan pers. Artinya, undang-undang yang meminta media massa memberikan kesempatan yang sama, baik berita maupun iklan, kepada semua parpol, selain sia-sia, juga tak masuk akal.

    Demikian diungkapkan Ketua Presidium Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Palar Batubara serta Direktur Eksekutif Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Universitas Paramadina Yudi Latif, Kamis (24/4), secara terpisah di Jakarta.

    Pasal 91 Ayat 2 UU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD menyatakan, media cetak dan penyiaran yang menyediakan rubrik khusus untuk pemberitaan kampanye harus berlaku adil dan berimbang kepada semua peserta pemilu. Pasal 93 Ayat 3 UU itu menegaskan, media cetak dan penyiaran wajib memberikan kesempatan yang sama kepada peserta pemilu dalam pemuatan dan penayangan iklan kampanye.

    (more…)

  • Pemilu: Kampanye Lebih Panjang untuk Pendidikan Politik

    Jakarta, Kompas – Masa kampanye bagi peserta Pemilihan Umum 2009 yang lebih panjang dimaksudkan untuk pendidikan politik dan sosialisasi program.

    ”Jangan membayangkan ’kampanye’ dengan aktivitas dan kegiatan seperti yang selama ini terjadi,” kata mantan Ketua Panitia Khusus RUU Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD Ferry Mursyidan Baldan (Fraksi Partai Golkar, Jawa Barat II), Kamis (24/4).

    Menurut dia, kampanye tidak bisa dilakukan sekadar kegiatan jorjoran dengan menghimpun massa sebanyak-banyaknya.

    Pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 mengenai Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD, partai politik dapat berkampanye selain rapat umum sejak tiga hari setelah penetapan sebagai peserta Pemilu 2009 hingga tiga hari sebelum pemungutan suara.

    Menurut Ferry, kegiatan kampanye panjang itu tidak langsung merupakan upaya untuk memengaruhi pemilih karena belum ada calon anggota legislatif. Kegiatan soft campaign juga bisa dilakukan, misalnya peran parpol mendorong masyarakat untuk aktif dalam pendaftaran pemilih.

    (more…)

  • Verifikasi Parpol: Permintaan Penundaan Cerminan Ketaksiapan

    Jakarta, Kompas – Munculnya permintaan partai politik agar masa pendaftaran sebagai calon peserta Pemilihan Umum 2009 diperpanjang dinilai sebagai cerminan ketidaksiapan.

    Parpol, terutama yang sudah lolos verifikasi oleh Departemen Hukum dan HAM, semestinya sudah bersiap sejak meniatkan diri ikut pemilu.

    Meski demikian, adanya permintaan tersebut patut menjadi bahan introspeksi bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dinilai lemah dalam mempersiapkan dan menyebarluaskan peraturan.

    Direktur Monitoring Komite Independen Pemantau Pemilu Engelbert Jojo Rohi dan Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia Ahmad Fauzi Ray Rangkuti secara terpisah, Rabu (23/4), menyebutkan, permintaan perpanjangan pendaftaran itu tidak layak dipenuhi.

    (more…)

  • Golkar Ubah Strategi: Perlu Pengawasan Pendaftaran Pemilih di Sumsel

    Palembang, Kompas – Kekalahan Partai Golkar dalam beberapa pemilihan kepala daerah di Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Sumatera Utara menyebabkan partai berlambang beringin itu mengubah strateginya di Sumsel. Terpuruknya Partai Golkar disebabkan kurangnya mobilisasi pemilih pada saat pencoblosan.

    Demikian diutarakan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Andi Matalatta dalam deklarasi bersama Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang mengusung Alex Noerdin-Eddy Yusuf sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, Rabu (23/4) di Hotel Aston, Palembang.

    Andi mencontohkan kekalahan dalam Pilkada Jawa Barat. Menurut dia, partisipasi masyarakat dalam pilkada di Jawa Barat sangat rendah, tercatat sekitar 40 persen pemilih adalah golput.

    Namun, dia yakin di Sumsel bakal menang karena pilihan masyarakat berdasarkan keyakinan terhadap para calon. ”Kami optimistis mendapat tempat di masyarakat Sumsel,” ujar Andi.

    (more…)

  • Teknis Kampanye Belum Jelas: Masa Kampanye 9 Bulan Untungkan Parpol Besar

    Jakarta, Kompas – Dua setengah bulan menjelang pelaksanaan kampanye, Komisi Pemilihan Umum atau KPU belum membuat aturan kampanye pemilu. Dijadwalkan, kampanye akan dimulai pada 8 Juli 2008 hingga 1 April 2009. Masa kampanye yang panjang itu juga dinilai lebih menguntungkan partai besar.

    Sesuai dengan Pasal 82 Ayat 1 Undang-Undang nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD disebutkan, pelaksanaan kampanye pemilu dengan cara pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, media massa cetak dan elektronik, penyebaran bahan kampanye, dan pemasangan alat peraga di tempat umum dilakukan tiga hari setelah penetapan parpol peserta pemilu.

    Anggota KPU, Abdul Aziz, Rabu (23/4), mengatakan, untuk kampanye yang dimulai pada bulan Juli mendatang, KPU tidak membuat jadwal sehingga parpol bisa menyosialisasikan programnya. Jadwal kampanye akan dibuat untuk kampanye terbuka pada 13 Maret 2009 sampai 1 April 2009.

    (more…)

  • Internet Broadband Siap Sambangi Masjid Indonesia

    Ardhi Suryadhi, ash – detikinet
    Jakarta – Ratusan ribu masjid-masjid di Indonesia tak lama lagi bakal mengecap internet. Tak tanggung- tanggung, akses yang ditawarkan diklaim paling murah dan berkecepatan tinggi.

    Rencana tersebut digagas oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Malaysia, Velchip Sdn Bdn. Belum lama ini perusahaan tersebut mengumumkan bakal membangun jaringan broadband-over-powerline (BPL) yang akan mengantarkan akses internet berkapasitas 224 Mbps bagi konsumen Indonesia dengan biaya lumayan miring, sekitar 5 Ringgit Malaysia per bulan atau setara dengan US$ 1,57.

    (more…)

  • Foto-Foto jadul di FE Unsyiah

    Beberapa waktu yang lalu, saya sedang memanage notebook, mana data yang perlu di delete, dan mana data yang perlu di arsipkan. eh busyet, dapat lagi pic jadul di fekon. Termasuk pic peresmian fekon oleh presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno.

    Keinginan itu ingin gue share di blog ini, selamat menikmati pic zaman doloe ya ….

    null
    Soekarno sedang memberikan kata sambutan

    (more…)