siwah.com

Blog

  • AHMAD HERYAWAN-DEDE YUSUF GUBERNUR DAN WAGUB JABAR TERPILIH

    Tulisan ini dikutip dari metrotvnews.com (22 April 2008)

    hade

    Metrotvnews.com, Bandung: Rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat menetapkan hasil Pemilihan Kepala Daerah setempat. Pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) menjadi gubernur dan wakil gubernur terpilih Jawa Barat. Pasangan ini meraup 7.287.647 suara dari 18.820.665 pemilih atau 40,50 persen suara.

    Pasangan Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim meraih 34,55 persen suara. Sementara pasangan Dani Setiawan dan Iwan R. Sulanjana memperoleh 24,95 persen suara. Hasil perhitungan ini tidak jauh berbeda dengan hasil penghitungan dengan metode quick count yang dilakukan Lembaga Survey Indonesia.

    Hasil penghitungan suara tersebut disetuji dua saksi dari pasangan Dani Setiawan-Iwan R. Sulanjana dan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf. Sedangkan saksi daru saksi dari Agum-nu’man tidak bersedia menandatangani berita acara hasil rapat pleno tersebut. Jika akan mengajukan keberatan, kubu Agum-Nu’man punya waktu selambatnya tiga hari setelah rapat pleno kepada Mahkamah Agung. Tingkat partisipasi pemilih masyarakat pada Pilkada Jabar mencapai lebih dari 67,3 persen.

    Kemenangan pasangan Hade mengejutkan. Betapa tidak, dua pasangan yang kalah dalam Pilkada didukung partai-partai besar. Tak heran jika berbagai kalangan tak mengunggulkan pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional itu. Namun, ternyata pasangan muda ini mampu membalikkan keadaan. Masyarakat Jabar lebih menginginkan lelaki yang biasa disapa Pak Ustad untuk menjadi gubernur. Di Kota Cirebon, misalnya. Kota yang berada di pesisir utara itu sepenuhnya dimenangkan Heryawan.

    (more…)

  • Figur, Networking dan Budgeting

    Tulisan ini dikutip dari ‘nBASIS, 15 April 2008

    oleh Shohibul Anshor Siregar

    Tiga variable utama dalam setiap event pemilihan langsung yakni Figur, Networking dan Budgetting. Ketiga-tiganya harus berinteraksi secara serasi untuk memastikan peluang kemenangan pasangan kandidat. Salah satu pincang yang lain bisa tak bekerja maksimal dalam sistem.

    Tingkat rasionalitas pemilih memang amat menentukan juga. Tetapi meskipun demikian, selamanya figur menempati pengaruh yang amat besar. Figur itu memang hanyalah sosok, ya sosok. Bagaimana image yang muncul dari masyarakat ketika menyebut atau bertemu dan berinteraksi dengan seseorang, kurang lebih seperti itu konsepsi yang kita maksudkan. Jadi figur disini adalah semacam faktor yang lebih ditentukan oleh sesuatu yang dapat disebut given (bawaan). Seseorang lahir sebagai orang Jawa atau orang apa saja, itu adalah given. Begitu juga seseorang terlahir sebagai perempuan, itu juga given. Tidak pernah diminta oleh seseorang agar dirinya terlahir sebagai orang tampan dan ganteng, ya itu juga given. Ascribed status, itu istilah lain untuk hal ini.

    Tetapi di balik itu juga terdapat unsur lain yang menentukan daya tarik figur, yakni hal-hal yang terkait dengan kemampuan (achieved). Bukankah anda pernah bertemu dengan seseorang yang cantik dan anda langsung tertarik, tetapi setelah dilawan bercerita akhirnya anda menjadi hambar karena kualitas SDM-nya amat mengecewakan? Jadi meskipun figur itu sesuatu cerita yang bertalian dengan tampilan ascribed, tetapi juga terdapat unsur achieved yang terdiri dari cerita panjang tentang kapabilitas seseorang. Faktor figur amat menentukan dalam pemilihan langsung, tidak dapat dipungkiri.

    (more…)

  • What Next Pasca Rudolf

    Tulisan ini dikutip dari ‘nBASIS, 14 April 2008

    Kalau Anda menyangka artikel ini baru, siap-siaplah kecewa. Tapi kalau Anda berharap artikel ini bisa membuka cakrawala soal dinamika politik Sumut, pra dan pasca meninggalnya HT Rizal Nurdin, maka bersegeralah untuk menyimpannya dalam file Anda.

    Salam
    admin

    ======================

    oleh: Shohibul Anshor Siregar

    Tanpa mengabaikan prinsip praduga tak bersalah, kalangan yang banyak tahu substansi kasus Rudolf Matzuoka Pardede sudah memprediksi bahwa nasib Wagubsu ini tinggal menunggu waktu saja. Jika nanti ia terbukti tak memiliki persyaratan yang ditentukan untuk pencalonan sebagai Wagubsu, maka status hukum kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2003-2008 jadi masalah. Fatwa hukum diperlukan, termasuk untuk menilai kemungkinan pasangan runner up dalam pemilihan tahun 2003 lalu itu untuk mengisi kekosongan kepemimpinan di Sumut.

    Rudolf Matzuoka Pardede (RMP) akhirnya menjadi tersangka atas dugaan keterangan palsu dalam pencalonan sebagai Wagubsu tahun 2003 lalu. Diberitakan, pihak Kepolisian akan segera melimpahkan berkas perkaranya kepada Kejaksaan. Perkembangan ini pernah dianggap sebagai sebuah kemustahilan, karena selama ini keniscayaan kekuasaan dinilai tak memihak kebenaran. Hukum seakan dikendalikan hasrat subjektif kekuasaan.

    Protes atas pasangan Rizal Nurdin (RN)-RMP untuk masalah yang sama boleh disebut berlangsung dua babak. Babak pertama terjadi sejak proses pencalonan sampai terpilih dan dilantiknya RN-RMP oleh Mendagri (waktu itu) Hari abarno. Sedangkan babak kedua tak lama sebelum RN meninggal dunia, September tahun lalu.

    (more…)

  • Mainkan Pilkada Bermartabat

    Tulisan ini dikutip dari ‘nBASIS, 14 April 2008

    Kordinator Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya (’nBASIS), Shohibul Anshor Siregar, meminta kepada segenap elemen masyarakat Sumatera agar melaksanakan Pilgubsu 2008-2013 secara lebih bermartabat.

    “Maunya suksesi nanti bermartabat dan damailah, jangan sampai memunculkan konflik, karena hal itu jelas merugikan kita semua, ” kata Shohibul kepada pers usai menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Prospek Demokrasi dan Politik Pasca Pemilu 2009 di Hotel Madani Medan Kamis (10/4) kemarin.

    Menurut Shohibul, Pilgubsu yang digelar 16 April benar-benar ujian bagi Sumut, karena pemilihan Gubsu secara langsung baru pertama kali digelar di daerah ini, dengan melibatkan lima pasangan calon.

    (more…)

  • Partai Politik

    Tulisan ini diambil dari ‘nBASIS, 8 April 2008

    oleh: Shohibul Anshor Siregar

    Partai politik (parpol) adalah salah satu pilar demokrasi. Bahkan negara yang sesungguhnya otoritarian pun sering sekali harus dikesankan demokratis dengan membentuk quasi parpol, badan yang seperti parpol meski bukan. Namun ia tak ada sangkut paut dengan kepentingan perjuangan aspirasi rakyat, melainkan tak lebih dari instrumen kekuasaan belaka untuk stabilitas politik yang diperlukan. Instrumen itu juga menjadi sarana kepentingan bagi sejumlah elit di sentral kekuasaan, untuk mengatur mekanisme kepatuhan dan bahkan ketakutan semua rakyat ketika tak tunduk pada sistem, meski seburuk apa sistem itu.

    Di negara yang agak bagus tingkat pembelajaran demokrasinya, parpol semakin bermakna dalam arti semakin signifikan mempengaruhi jalannya kebijakan. Ketika parpol menjauhi rakyat, tunggulah balasannya pada saat pemilu kelak. Parpol yang tak memberi perhatian serius pada kepentingan rakyat bakal ditinggalkan, tereliminasi oleh rumus electoral treshold. Berubah menjadi parpol non peserta pemilu. Biasanya kalau sudah terpuruk begitu, tokoh-tokohnya akan menjadi pewarta tak produktif atau komentator tak bermutu atas segala sesuatu yang menurut pikirannya tidak benar dalam pemerintahan. Tetapi, saat itu ia pun sudah menjadi manusia ejekan zaman.

    (more…)

  • Jawa Batak Islam Kristen

    Tulisan ini dikutip dari blog Nirwansyah Putra, 9 April 2008

    Di luar perkiraan, kampanye pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) tidak sesemarak yang diperkirakan sebelumnya. Kekuatan politik para kandidat disusun lebih diam-diam dan bergerak ”di bawah tanah”. Siapa paling kuat?

    Pra kampanye Pilgubsu 2008. Malam baru turun di sebuah villa di luar Kota Medan. Pasca maghrib, beberapa mobil tampak menyeruak masuk. Di sebuah ruangan di villa itu, orang sudah banyak berkumpul. Tidak ada spanduk, brosur ataupun baleho. Namun semua orang di sana sedang menanti seorang sosok yang sedang bertarung di arena pilgubsu 2008. Ba’da Isya, lebih dari pukul delapan malam, sebuah mobil Innova bergambar Abdul Wahab Dalimunthe-RM Syafii, langsung masuk tepat di depan pintu dan rapat kemudian digelar hingga dinihari. Mereka menggelar pertemuan dengan salah satu kelompok mahasiswa Islam pendukung. Namun, rapat itu tertutup bagi wartawan.

    Di tempat lain, di sebuah hotel berbintang lima, pertemuan politik sedang berlangsung panas. Kali ini melibatkan seorang sosok kandidat yang berasal dari militer tapi sangat murah senyum. Strategi pemenangan yang sedang dirancang selama ini tampak menemui kebuntuan. Pasal paling utama, partai politik pengusung masih belum terkonsolidasi dengan kuat. Di sisi lain, jaringan tim sukses di daerah-daerah sudah menanti komando. ”Bahasa kasarnya, ada sedikit problem dalam pembagian tugas,” ujar seorang sumber yang ikut dalam pertemuan itu. Lagi-lagi, pertemuan itu bukan untuk diberitakan di media massa.

    (more…)

  • Pilgubsu 2008, Yang Curang Yang Menang?

    Tulisan ini di kutip dari blog Nirwansyah Putra, 15 April 2008

    foto oleh RoemonoPemilihan Gubernur Sumatera Utara (pilgubsu) 2008 tinggal sehari lagi. Kecurangan pemilu diprediksikan, diduga bakal terjadi. Titik perhatian ditujukan pada pencoblosan, penghitungan suara. Mengapa penyelenggara disebut titik rawan?

    * * *

    Walau bernama minggu tenang, dipastikan tim pemenangan dan terutama masing-masing calon gubsu terus berdegup jantungnya. Hingga laporan ini dipublikasikan di blog ini, pencoblosan pilgubsu 2008 yang akan berlangsung 16 April 2008, hanya tinggal satu hari lagi. Suasana tenang yang ada di permukaan memang menutupi kondisi panas dalam proses pilgubsu. Namun, gosip politik sudah terlanjur mengemuka: pilgubsu bakal curang. Benarkah demikian?

    “Demikian juga terhadap isu kecurangan, omong kosong bisa kita awasi kalau kita tidak mau peduli terhadap pelaksanaannya,” ujarnya Sekdapropsu Muhyan Tambuse yang juga Ketua Desk Pilgubsu 2008. Komentar Muhyan itu dikutip wartawan sewaktu berbicara di Sidikalang pada 23 Maret lalu.

    Di mana titik-titik potensi kecurangan pada pilgubsu 2008 ini?

    Penyelenggara
    Dr Mukhtar Effendi Harahap, Direktur Jaringan Studi Asia Tenggara mengatakan setidaknya ada dua jalur kecurangan yang bisa ditelusuri. ”Jalur masyarakat dan penyelenggara,” katanya ketika dijumpai di Hotel Madani Medan beberapa hari lalu. Kecurangan yang difokuskan Mukhtar ada pada titik penentuan hasil suara yaitu pencoblosan, penghitungan dan penetapan hasil suara. Sementara kecurangan dalam tahap sebelum itu, tidak akan berarti banyak hasil pilgubsu 2008.

    (more…)

  • Pilgub Curang? Waspadalah…Waspadalah….!

    Dikutip dari blog Nirwansyah Putra, tentang pelaksanaan Pilkada Sumut (15 April 2008)

    Adalah organisasi Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya (’nBASIS) jauh-jauh hari telah melaksanakan penelitian soal kecurangan pemilu ini. ”Kami sudah meneliti sejak Desember 2007 di seluruh Sumut lalu untuk soal ini,” terang Shohibul Anshor Siregar Msi, Koordinator Umum ’nBASIS Rabu (9/3) lalu.

    Sejak awal, kata Siregar, dalam tahapan pendaftaran pemilih juga sudah terjadi berbagai bentuk penyimpangan. ”Beberapa petugas PPK yang diwawancarai di Medan cenderung menyatakan bahwa proses pendataan kali ini sama saja dengan yang terjadi sebelumnya, bahkan lebih buruk,” tegas Siregar. Menurutnya, untuk masalah ini ini KPUD Provinsi terkesan ”buang badan”, hingga saat menjelang hari kampanye saja Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih belum dapat ditetapkan. Seperti diketahui, hingga berakhirnya kampanye kemarin, bila penetapan yang pertama pada Februari 2008 lalu tidak dihitung, perubahan DPT sudah terjadi hingga empat kali.

    (more…)

  • YouTube Jadi Tim Sukses Dede Yusuf (Detikinet)

    Ardhi Suryadhi – detikinet

    Dede Yusuf (hot)

    Jakarta – Aksi pemblokiran situs YouTube karena kasus film Fitna dan beberapa situs top lain beberapa waktu lalu, membuat Dede Yusuf ikut kelimpungan. YouTube rupanya jadi salah satu tim sukses Dede untuk berkampanye.

    Calon wakil gubernur Jawa Barat yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku sangat merasa kehilangan ketika pemerintah memblokir situs berbagi video itu.

    Dede rupanya kerap mencari referensi iklan untuk berkampanye di internet, dengan tujuan agar iklan yang digunakannya di Pilkada Jawa Barat menjadi lebih menarik.

    (more…)

  • Hunting jurnal menggunakan scirus dot com

    Ada banyak search engine untuk mencari artikel ilmiah. selain menggunakan google scholar, ada juga sekarang untuk scientific search engine, yaitu menggunakan http://www.scirus.com. ini gambar intro scirus:
    null

    jadi sekarang waktunya kamu harus tahu keyword (kata kunci) yang ingin dicari. pada contoh kali ini kita akan mencari keyword market orientation. disini juga harus saya kemukakan bahwa kalo keywordnya terdiri dari 2 kata atau lebih, maka harus dilakukan tanda petik diantara kata tersebut. sebagai contoh akan kita lihat pada contoh dibawah ini :

    (more…)