PPP: Forum PPP Mendengar Bukan untuk Jaring Capres
JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah menghelat acara bertajuk Forum PPP Mendengar. Dalam acara tersebut para capres diundang untuk mempresentasikan visi, misi, dan program kerjanya. Setelah Sri Sultan Hamengkubuwono, kemarin giliran Prabowo Subianto memaparkan gagasannya di depan para kader PPP. Kendati demikian, PPP membantah forum ini ditujukan untuk menjaring capres yang akan diusung partai... Read More
25 Parpol Deklarasikan Pemilu Damai
LANGSA – Ditengah memanasnya suhu politik menjelang Pemilu 2009. Upaya damai kembali dilakukan. Melalui deklarasi damai antarpartaipolitik peserta Pemilu 2009 di Langsa, Selasa (16/12), di Aula SMK2 Langsa. Sebanyak 25 parpol menandatangani perjanjian pelaksanaan pemilu damai dan bermartabat. Acara yang dimediasi Ketua KIP Langsa, Agusni Yahya itu juga dihadiri Walikota Langsa, Zulkifli Zainon, Dandim 0104... Read More
Pilkada Pidie Jaya: Nasib Gade dan Yusri Ditentukan Hari Ini
MEUREUDU – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pidie Jaya putaran II yang diikuti dua pasangan calon, M Gade Salam/M Yusuf Ibrahim dan Yusri “Melon”/Muhammad AR berlangsung hari ini, Rabu (17/12). Kedua pasangan optimis mampu meraup suara terbanyak. Komite Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya menyatakan segala persiapan pemilihan telah maksimal, seperti pendistribusian logistik pencoblosan hingga penentuan para... Read More
Identitas Kultural Para Pemilih Mencair
Jakarta, Kompas – Pilihan pemilih dalam menentukan partai politik pada pemilu atas dasar agama dan suku sulit ditebak. Identitas masyarakat atas agama dan suku sangat cair sehingga sulit untuk digunakan sebagai alat prediksi bagi raihan suara partai dalam pemilu. ”Identitas etnis dan agama sulit dikaitkan dengan tingkah laku politik pemilih,” kata peneliti Pusat Penelitian Kemasyarakatan... Read More
Kepemimpinan Indonesia 2009 dalam Perubahan Tata Dunia
Mampukah pemilu tahun depan melahirkan sosok kepemimpinan yang kuat, yang dapat membawa bangsa ini pada kedaulatan penuh dan kemasyhuran? Jika mampu, dapatkah Indonesia lepas dari krisis dan menjadi negara kuat dalam beberapa tahun ke depan? Dua pertanyaan ini bukan saja bernada skeptis, tetapi juga satire. Ketakberdayaan, seolah cerminan dari buruknya krisis ekonomi dunia, dan miskinnya... Read More
Parpol Antisipasi Golput
Jakarta, Kompas – Anjuran agar para kader partai turun ke lapangan dan tidak mengumbar janji pada Pemilu 2009 menjadi strategi partai politik di DI Yogyakarta untuk menekan membengkaknya calon pemilih yang tidak akan memilih alias golput. Kalangan parpol khawatir membesarnya jumlah golput akan mengecilkan suara mereka. Namun, di Kota Bandung, kalangan warga kota mengaku tak... Read More
Jangan Pertanyakan Lagi Nasionalisme Partai Islam
Jakarta, Kompas – Kekuatan politik Indonesia sudah sejak lama ditandai dengan kekuatan partai Islam atau berbasis massa Islam dan nasionalis. Namun, kekuatan ini tidak perlu didikotomikan lagi, bahkan semuanya harus bisa disatukan. Itu sebabnya kalangan yang meragukan nasionalisme partai Islam patut dipertanyakan. Begitu juga sebaliknya, dalam tubuh partai pengusung nasionalisme, jelas banyak umat Islam-nya.
Parpol Baru tidak Miliki Format Kaderisasi yang Baik
KUPANG–MI: Partai politik (parpol) baru peserta pemilu 2009 dinilai belum memiliki format kaderisasi secara baik. Dampaknya, dalam perekrutan caleg mereka terjebak praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). “Sehingga asas langsung, umum, dan bebas (luber) dari pemilu hanya sekadar menjadi asas formal dan tidak diwujudkan dalam pelaksanaanya,” tutur pakar hukum tata negara Universitas Nusa Cendana Kupang... Read More
Kegerahan Intelektual di Pentas Politik Indonesia
Intelektual di dunia politik bukanlah hal baru bagi bangsa ini. Bahkan, para pendiri bangsa ini dikenal sebagai orang ”sekolahan” yang punya kesadaran kebangsaan dan menjadi pendiri partai yang andal. Mereka punya kesadaran bahwa partai politik bisa dijadikan kendaraan untuk mewujudkan kemerdekaan bangsa.
“Monopoli” Kursi, Belum Diimbangi Kaderisasi
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, hasil perubahan, memberi keistimewaan partai politik mengisi jabatan kenegaraan. Namun, ”hak monopoli” itu belum diimbangi dengan sistem kaderisasi yang optimal. Begitu dihadapkan pada pemilihan presiden, banyak parpol seakan kekurangan stok sehingga muncul sebutan calon 4L (lu lagi lu lagi).