Jelang Pemilu, Faksi-Faksi PKS Sering Berseberangan

JAKARTA – Mendekati Pemilu 2009, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) makin mendapat banyak sorotan. Sejumlah pihak melihat faksi-faksi di tubuh partai ini semakin kentara. Presiden PKS Tifatul Sembiring dan Sekjen DPP PKS Anis Matta disebut-disebut memiliki perbedaan strategi menghadapi pesta demokrasi tahun depan. “Tifatul memandang masyarakat Indonesia akan tertarik jika PKS konsisten. Sedangkan Anis Matta lebih...
Read More

PKS Dinilai Progresif dalam Melangkah

JAKARTA – Pergerakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari partai yang paling kanan ke kiri dinilai sebagai langkah yang progresif untuk mencuri suara di Pemilu 2009. Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani menilai, pergerakan PKS ini berbarengan dengan pergeseran masyarakat Indonesia dari kiri ke kanan.

Iklan dan Peta Politik

Dua survei politik terakhir, Lembaga Survei Indonesia dan Cirus Surveyors Group, menunjukkan ada pergeseran peta politik Indonesia menjelang akhir tahun 2008. Dua pergeseran yang paling menonjol adalah tampilnya Partai Demokrat (PD) sebagai partai papan atas bahkan mampu mengungguli Golkar dan PDI-P.

Awas Politik Anarki

Gejolak anarki ada di sekitar kita. Ia hadir dan tampil dalam banyak wajah dan tidak selalu vulgar dalam mengomunikasikan dirinya. Inilah bahaya laten dalam peta perpolitikan Indonesia zaman ini. Tindakan anarki cenderung dipahami dalam arti luas, tetapi sebenarnya dangkal, yakni semua tindakan yang melawan negara atau membahayakan keamanan dan keutuhan negara. Pemahaman seperti ini tidak...
Read More

Tokoh Tak Lahir dari Iklan: Waspadai Persoalan Disintegrasi Nasional

Jakarta, Kompas – Dalam sistem demokrasi yang semakin terbuka, calon pemimpin lahir secara alami berdasarkan usaha yang dibangun secara konsisten. Kelahiran pemimpin tidak dapat didorong melalui iklan dan janji politik. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Pramono Anung dalam penobatan dirinya dan 14 tokoh lainnya sebagai Pemimpin Muda Berpengaruh 2008 di Jakarta,...
Read More

Kekhawatiran pada Golput Berlebihan

Jakarta, Kompas – Kekhawatiran tingginya angka golput pada Pemilu 2009 dinilai terlalu berlebihan. Pasalnya, kesuksesan pemilu bukan hanya diukur dengan jumlah golput, tetapi oleh ukuran terpilihnya wakil rakyat dan pemimpin yang berkualitas. Hal itu disampaikan Direktur Utama Radio Republik Indonesia (RRI) Parni Hadi ketika menjadi pembicara dalam Diskusi Publik Tanggung Jawab Media dalam Menyukseskan Pemilu,...
Read More

Parpol Baru tidak Miliki Format Kaderisasi yang Baik

KUPANG–MI: Partai politik (parpol) baru peserta pemilu 2009 dinilai belum memiliki format kaderisasi secara baik. Dampaknya, dalam perekrutan caleg mereka terjebak praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). “Sehingga asas langsung, umum, dan bebas (luber) dari pemilu hanya sekadar menjadi asas formal dan tidak diwujudkan dalam pelaksanaanya,” tutur pakar hukum tata negara Universitas Nusa Cendana Kupang...
Read More

Koalisi Parpol Belum Terpola

JAKARTA–MI: Penyederhanaan partai politik agar kompatibel dengan sistem pemerintahan presidensial masih jauh dari keinginan. Penyebabnya koalisi parpol sebagai langkah awal menuju penyederhanaan parpol masih belum terpola. Belum terpolanya koalisi diakui Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Mantan Ketua MPR Amien Rais dan bakal Capres Sutiyoso saat tampil menjadi narasumber dalam...
Read More

Tidak Semua Lembaga Survei Diregistrasi KPU

JAKARTA–MI: Hanya lembaga survei yang memiliki persyaratan lengkap yang akan diregistrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Lembaga yang tidak melengkapi persyaratan, tidak dibenarkan melakukan survei atau jajak pendapat Pemilu 2009. “Lembaga survei harus mendaftar ke KPU dan melengkapi seluruh persyaratan. Apabila persyaratan belum lengkapi kami meminta untuk dilengkapi. Tapi kalau tidak juga dilengkapi, lembaga tersebut tidak...
Read More

Parpol Masih Cenderung Marjinalkan Perempuan

JAKARTA – Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Latifa Iskandar menilai saat ini para partai politik masih cenderung memarjinalkan kaum perempuan. Menurutnya, perekrutan kaum perempuan menjadi caleg di dalam pemilu, hanya untuk memenuhi persyaratan di dalam aturan Pemilu 2009. Hal ini disampaikannya di ruang wartawan di gedung DPR, Selasa (16/12/2008).