siwah.com

Tag: parlok pemilu 2009

  • Parlok buat parnas tak dapat terapkan strategis nasional

    BANDA ACEH – Keikutsertaan partai lokal (parlok) pada Pemilu 2009 di Aceh, membuat partai nasional tidak dapat sepenuhnya menerapkan strategi pemenangan pemilu nasional yang telah ditancang sebelumnya.

    “Karenanya, khusus untuk Aceh akan dicarikan formula baru yang tepat dan akurat dalam menata sukses Pemilu 2009 bagi PPP,” ucap Ketua Bidang OKK DPP PPP, Imron Pangkapi, kepada Waspada di Banda Aceh, Jumat (1/8).
    (more…)

  • Parlok bukan bentuk perlawanan terhadap demokrasi di Indonesia

    BANDA ACEH – Kehadiran partai politik lokal (parlok) bukan merupakan bentuk perlawanan Aceh terhadap Negara Kesatuan RI, tapi sebaliknya justru mendukung proses demokrasi di Indonesia, kata Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

    “Kehadiran parlok adalah bagian dari keistimewaan Aceh seperti yang tercantum dalam Undang-undang No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh,” katanya pada penutupan Kongres XXII PWI di Banda Aceh, Selasa malam.
    (more…)

  • Partai Lokal: Buah Perdamaian Rasa Aceh

    Rumah toko di Jalan T Iskandar, Lamglumpang Ulee Kareng, Banda Aceh, itu sama sekali tak mirip sebuah kantor pusat partai politik jika tak ada plang besar yang terpampang di depannya, bertulis Dewan Pimpinan Pusat Partai Rakyat Aceh.

    Masuk ke dalam rumah toko tersebut malah tak mengesankan bahwa di sanalah salah satu dari enam partai lokal di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) berkantor.
    (more…)

  • Partai lokal di Aceh mulai bersaing

    LHOKSEUMAWE – Menjelang dilaksanakannya Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2009, beberapa partai lokal di Aceh mulai bersaing.

    Persaingan terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, antara Partai Aceh (PA) dengan Partai Daulat Aceh (PDA). Dan kasus penghadangan mobil yang memakai sticker PA di lingkungan Pemda Bener Meriah.
    (more…)

  • Parnas dan Parlok Harus Bersanding di Aceh

    BANDA ACEH – Pengamat politik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh Taqwaddin mengharapkan partai nasional dan lokal peserta Pemilu 2009 di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) mampu menjalin komunikasi lebih mesra dengan komitmen menegakkan demokrasi bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

    “Saya pikir kehadiran parnas (partai nasional, red) dan parlok (partai lokal, red) di Aceh harus mampu memajukan Aceh melalui pembentukan pemerintahan yang lebih baik, transparan, bersih dan akuntable serta berpihak kepada kepentingan masyarakat,” katanya di Banda Aceh, Minggu, menanggapi mulai memanasnya suhu politik menjelang Pemilu 2009.
    (more…)

  • Keterlibatan Perempuan dalam Partai Mutlak Diperlukan

    (BANDA ACEH) – Keterlibatan perempuan dalam sebuah partai politik dinilai perlu terutama untuk menangani permasalahan perempuan.

    “Sebenarnya perempuan tidak harus disatu partai tapi di semua partai karena setiap partai tentunya akan menangani masalah perempuan,” kata Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta di Banda Aceh, Minggu.
    (more…)

  • PKPI: Parnas tak Harus Bertentangan dengan Parlok

    (BANDA ACEH)- Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia(PKPI), Meutia Hatta mengatakan, partai nasional (parnas) tidak harus bertentangan dengan partai lokal (parlok) karena sama-sama bertujuan membangun bangsa.

    “Keberadaan parlok di Aceh tidak harus bertentangan dengan kami karena visi dan misinya pasti ada yang sama karena pada umumnya visi misi berkaitan dengan membangun rakyat dan tanah air,” katanya di Banda Aceh, Minggu.
    (more…)

  • Visi Parlok – Parnas Membangun Rakyat

    (BANDA ACEH) – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (DPN-PKPI), Prof. Dr. Meutia Hatta, menilai kehadiran Partai Lokal khusus di Aceh sebagai peserta Pemilu Tahun 2009 mempunyai tujuan yang sama untuk membangun rakyat.

    “Saya kira Parlok tidak harus bertentangan dengan kami, karena parlok punya visi dan misi yang sama dengan kami dan bekerjasama itu baik,” ujar Meutia Hatta kepada wartawan, usai menutup Muspimprov II dan Rakor Legislatif DPP PKPI Aceh, Minggu (13/7) di Banda Aceh.
    (more…)

  • PARA tak Biarkan Aspirasi Perempuan ‘Mati’ di Aceh

    (BANDA ACEH) – Partai Aliansi Rakyat Aceh Peduli Perempuan (PARA) tak akan membiarkan aspirasi perempuan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) “mati” pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009.

    “Meskipun kami gagal menjadi peserta Pemilu 2009, namun tidak mungkin kami berdiam diri dan membiarkan aspirasi perempuan mati,” kata ketua umum PARA, Zulhaffah Lutfi di Banda Aceh, Senin.
    (more…)

  • Partai Aceh Merasa Diteror, Polisi Pidie Perintahkan Penurunan Umbul-umbul

    Banda Aceh | Harian Aceh-Partai yang dibentuk eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Partai Aceh, mulai mendapatkan teror di sejumlah daerah. Karena umbul-umbul dan lambang partai yang mirip bendera GAM, aparat kepolisian Pidie memerintahkan DPW setempat menurunkan seluruh atribut partai.

    “Ini jelas teror,” kata Juru Bicara Partai Aceh, Adnan Beuransyah, kepada pers, di Banda Aceh, Kamis (10/7). Dia merasa sedang dihadang oleh pihak-pihak tertentu agar gagal dalam Pemilu 2009.
    (more…)