Era Politisi Cerdas
Pada beberapa pekan lalu, saya baru menyelesaikan membaca sebuah buku berjudul I’Am Marketeers terbitan Kompas Gramedia 2015. Salah satu bagian yang menurut saya sangat menarik dan membuat saya tertawa sendiri, ketika Hendra Soeprajitno beserta tim redaksi Marketeers yang menjadi penyusun buku tersebut, mengulas ‘praktik political marketing di Indonesia’. Apa yang menarik? Lantas mengapa saya tertawa?... Read More
Pemilukada dan Ketidakberuntungan Pemilih
PEMILUKADA serentak 2015 segera berlangsung. Selain masih didominasi pemain lama, pemilukada juga masih diwarnai dengan disfungsi parpol dalam melahirkan sosok kandidat yang sejalan dengan ekspektasi pasar politik. Mekanisme Pasar Politik Dalam sistem demokrasi, parpol memiliki beragam peran yang sangat strategis. Salah satunya memberikan suplai atas kebutuhan dan permintaan pemilih terhadap sosok pemimpin dan model kepemimpinan... Read More
Political marketing can be an asset rather than a threat to democracy
The once distinct spheres of politics and marketing have become more entwined in recent decades, with mixed results. Clare Lovett explores the strengths and weaknesses of the political marketing approach to ‘selling’ the Labour Party from 1992 to 1997 with a view to demonstrating that, within certain frameworks, political marketing is not a threat but an asset... Read More
Marketing Politik, Citra dan Media Baru
Lazimnya sebuah perusahaan yang memiliki divisi pemasaran, sistem politik juga memiliki strategi pemasaran. Umumnya, pemasaran digunakan perusahaan untuk menyeleksi pelanggan, menganalisa kebutuhan mereka, sebelum menetapkan produk inovasi, iklan, harga, dan strategi distribusi yang berbasis pada riset informasi. Dalam politik, aplikasi pemasaran berpusat pada proses yang sama, namun analisa dari keputuhan bermula dari pemilih dan penduduk.... Read More
A Fork in the Road for Aceh
Banda Aceh — Western diplomats worry about Islamic extremism in Aceh, a province in Indonesia on the northern tip of Sumatra. Aceh could prove vulnerable to Islamists unless commitments in the 2005 peace agreement between Jakarta and the Free Aceh Movement (GAM) are fulfilled. Delivering a peace dividend will keep Aceh on the path of... Read More
Inspirasi dari Seorang Jokowi
Kendati fenomena marketing politik di Indonesia masih relatif baru, perkembangannya sendiri mengalami lompatan kemajuan yang luar biasa. Tengok saja Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014 yang dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Penerapan marketing politik, mulai dari penyusunan isu politik, rancangan tema kampanye, memasang iklan, menyewa konsultan politik, hingga membuat strategi pemenangan... Read More
Saat Laman Negara Digunakan Pemerintah Jokowi untuk ‘Sindir’ SBY
Pasal pertama: Pemimpin tak boleh dikritik. Pasal kedua: Pemimpin tak pernah salah. Pasal ketiga: Jika pemimpin salah maka harus kembali ke pasal pertama dan kedua. Pasal di atas tentu bukanlah aturan hukum resmi di Indonesia. Tapi saya berpandangan, prinsip seperti itu banyak diadopsi oleh para fan boy dari pemimpin politik di negeri ini. Jadi apapun... Read More
From campus to Red-and-White Coalition
What does it mean to be an “Islamist” after the 2014 general election, which put Islamic-based political parties, primarily the Prosperous Justice Party (PKS), in the opposition camp in the current political constellation? Several months ago, from a discussion held by several Islamic student activists in Yogyakarta, I came away with the impression that “political... Read More
The new era of Shopping for Votes:Susan Delacourt explains how politicians choose us and we choose them
Are you a Tim Hortons voter or a Starbucks voter? Are you a Dougie, or a Jane, or a Zoe? Whether you have the answer or not, the nation’s major political parties are hard at work trying to place you into one of their micro-targeted categories of the voting market. Susan Delacourt is a senior... Read More
Denny JA: Belum 100 hari, Jokowi Sudah ‘Blunder’ Empat Kali
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pendiri Lembaga Survey Indonesia, Denny Januar Ali, berkicau soal ‘blunder Presiden Jokowi’. Melalui akun twitternya, @DennyJA_WORLD, ia menyoroti beberapa tindakan dan keputusan presiden, termasuk pemilihan jaksa agung dari partai politik. Berikut isi kultwitnya: 1) Ada apa dengan Jokowi? Belum 100 hari pemerintahannya, ia sudah membuat empat blunder.