Kursi empuk di antara penderitaan rakyat
TAK terbantahkan, pasca perdamaian bersemi antara GAM - NKRI, 15 Agustus 2005 lalu, banyak perubahan terjadi di bumi Aceh.Tak terkecuali iklim politik juga ikut berbalik seratus delapan puluh derajat. Apalagi dalam butir MoU tersirat kebebasan Aceh mendirikan biduk politik tersendiri berlabel partai politik lokal.
Kondisi ini perlahan menjungkirbalikkan serambi Mekkah yang dimasa konflik sempat dicap sebagai ladang pembantaian berdarah menjadi kancah pergulatan demokrasi bersampul damai. Rakyat negeri segi tiga itupun termasuk penulis menggantungkan berjuta harapan dari situasi kontras tersebut.
[Selengkapnya...]










