119 dari 500 lembar bendera partai SIRA dicopot

LHOKSEUMAWE – Sebanyak 119 dari 500 lembar bendera partai Suara Independent Rakyat Aceh (SIRA) yang dipasang di wilayah pemilihan dua (II), yakni di Kecamatan Muara Satu, Muara Dua, dan Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe dicopot (hilang-red) orang tak dikenal sejak seminggu terakhir.

Rudi, Ketua Partai SIRA Kota Lhokseumawe, Rabu (3/9) merincikan beberapa lokasi (desa-red) tempat pemasangan bendera yang hilang yakni, Desa Blang Naleung Mameh 18 lembar, Batuphat Barat 09 lembar, Batuphat Timur 11 lembar, Blang Pulo 12 lembar, Padang Sakti 08 lembar, Paloh Meuria 05 lembar, dan Keude Cunda 09 lembar. Ke semua desa itu bernaung di bawah Kecamatan Muara Dua dan Muara Satu, semuanya berjumlah 77 lembar.

Selanjutnya di Kec. Banda Sakti yakni di Simpang Lestari 05 lembar, Jalan Merdeka atau depan Masjid Baiturahman 15 lembar, Lapangan Hiraq 12 lembar, Simpang Kuta Blang 03 lembar dan di Jembatan depan BNI Cabang Lhokseumawe 07 lembar, jumlah keseluruhan bendera partai SIRA yang dicopot orang tak dikenal di Kecamatan Banda Sakti sebanyak 42 lembar.

“Jumlah total bendera yang kita pasang di tiga kecamatan 500 lembar dan jumlah bendera yang telah dinyatakan hilang 119 lembar. Umumnya, bendera yang hilang adalah bendera yang dipasang di lokasi yang suasananya agak sunyi dan jauh dari keramaian masyarakat,” jelas Rudi.

Kehilangan sejumlah bendera itu diketahui, setelah dilakukan pemantauan oleh tim dari partai itu sendiri ke sejumlah titik tempat pemasangan bendera. Sesuai dengan hasil temuan tim di lapangan, selain dicopot, bendera partai SIRA juga dirobek-robek oknum yang tidak bertanggungjawab itu.

“Ini pekerjaan pihak yang iri dengan kehadiran partai SIRA di kencah perpolitikan. Apalagi, partai SIRA selama ini diterima dengan baik oleh masyarakat Aceh,” kata Rudi menjawab pertanyaan Waspada.

Karena itu, kepada siapa saja pelaku pengrobekan dan pencopotan bendera Partai SIRA diimbau untuk segera bertaubat dan segera menghentikan perbuatan yang dapat merusak suasana perdamaian di Bumi Nanggroe Aceh Darussalam. Apalagi, sekarang ini, kita semua sedang menjalankan ibadah puasa dan tidak sepantasnya melakukan perbuatan yang tidak terpuji.

Kepada para kader dan pengurus partai SIRA diharapkan untuk dapat menahan diri dan bersabar karena kesabaran merupakan bagian daripada iman.
(ags/cmun)

Source : Harian Waspada, 4 September 2008

Leave a Reply