Home > Education > Political Marketing > Kritik Pasar Saham Neolib, JK Aslinya Pendukung Pasar Modal

Kritik Pasar Saham Neolib, JK Aslinya Pendukung Pasar Modal

Jakarta – Wapres Jusuf Kalla menyatakan dirinya tidak akan pernah mendewa-dewakan pasar modal. Namun Jusuf Kalla sebagai Wapres selama ini justru dinilai selalu mendukung upaya perkembangan pasar modal Indonesia.

“Kita lihat selama ini baik Presiden SBY atau JK tidak pernah anti pasar modal, malah mendukung,” ujar pengamat pasar modal, Dandossi Matram saat dihubungi detikFinance, Jumat (5/6/2009).

Dalam kesempatan pelantikan tim pemenangan JK-Wiranto di Sulteng, JK membeberkan ciri-ciri neolib yakni mendewa-dewakan pasar modal dan indeks harga saham gabungan. JK berjanji dirinya tidak akan pernah mendewa-dewakan pasar modal jika menjadi presiden.

Dandosi menjelaskan, pernyataan JK tersebut lebih ke hal politis. JK ingin membidik massa grass root yang tidak terlalu peduli dengan pasar modal dan lebih peduli pada naik turunnya harga sembako.

“JK tidak mungkin mengabaikan pasar modal. Ini bahasa politik saja agar mudah dipahami publik karena JK sedang mendekat ke massa grass root, yang lebih paham soal pasar tradisional,” jelasnya.

Ia melihat pemerintahan sekarang ini yang dipimpin JK dan SBY senantiasa memberikan dukungan untuk perkembangan pasar modal Indonesia. Pemerintah tak pernah keberatan pasar modal dijadikan sebagai indikator perkembangan ekonomi.

“Pasar modal tetap eksis dan JK tidak keberatan. Tapi pemahamannya dia, pasar modal bukan segala-galanya, tapi pasar riil yang harus lebih diperhatikan. Dia melihat jangan lupakan akar kakinya, jangan lupakan pasar riil. Saya melihat JK lebih menekankan bahwa pasar riil yang lebih penting. Kalau sektor riil tidak hidup, pasar modal tidak hidup,” urainya.

Mengenai pengertian neoliberalisme yang dikaitkan dengan pasar modal, Dandossi mengaku dirinya sebenarnya tak terlalu paham.

“Sebetulnya bahwa pasar modal itu neolib atau tidak tergantung sudut pandangnya. Kalau yang dilihat hedge fund mungkin, tapi kalau dari sisi investor ritel, dana pensiun tidak ya. Tapi kalau mendewa-dewakan pasar modal dianggap neolib saya kira nggak selalu begitu,” pungkasnya.(qom/ir)

Source : Detik Pemilu

You may also like
Timses Mega-Prabowo: Garuda Terbang dan Banteng Siap Menyeruduk
Mengintip Tim Sukses Mega-Prabowo

Leave a Reply