Mualem: Secara Politik Kami Berbeda

BANDA ACEH – Ketua Umum Partai Aceh Muzakir Manaf hadir dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 65 tahun. Bersama para pejabat kepolisian dan pemerintah, mantan Panglima GAM yang akrab disapa Mualem itu terlihat sempat semeja dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Itu pemandangan yang menarik. Maklum, keduanya berseberangan dalam politik pada Pilkada Aceh 2011 ini. Di satu sisi Partai Aceh menyatakan menolak calon independen, sedangkan Irwandi hendak mencalonkan diri lagi lewat jalur independen.

Itulah sebabnya, wartawan berebut bertanya soal Muzakir soal semeja dengan Irwandi itu. Tak lupa mereka mengulangi pertanyaan soal calon independen.

Berikut kutipan wawancaranya.

Kenapa Partai Aceh menolak kehadiran calon independen?

Kita, kalau independen tidak lagi, hanya dibenarkan satu kali di Aceh. Sebab saat itu kita tidak ada kendaraan untuk  menopang pemilukada 2006. Tapi saat ini kita suda ada partai sendiri, kendaraannya sendiri,  kenapa kita musti pakai Independen lagi.

Lalu bagaimana dengan keputusan Mahkamah Konstitusi?

Kita akan mengikuti apa saja yang ada di UUPA dan sesuai dengan MoU Helsinki. Keputusan MK saya tidak tau, mungkin itu putusan keliru, atau mungkin saja punya maksud tertetu, tapi saya tidak tahu. Putusan MK, putusan yang keliru kerena tidak menghiraukan apa yang telah disepakati.

Bila ada calon Independen apakah Partai Aceh akan membaikot pemilu?

Itu kita lihat nanti, kita tidak bisa membicarakan sekarang.

Soal duduk dengan Irwandi, apa yang diceritakan?

Itu masalah pribadi, saya tidak bisa katakan di sini, kenangan lamalah, kita curhat kembali.

Apa merasa terkejut ketika diajak Kapolda Iskandar Hasan duduk semeja dengan Irwandi?

Tidak, karena disitu ramai, ada Kapolri, Pangdam, pokoknya disitu lengkap lah.

Bagaimana hubunga Anda dengan Irwandi?

Secara pribadi baik, namun beda secara politik biasalah di alam demokrasi.[]

Source : The AtjehPost

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply