PDI-P Siap Menangkan Sohe: Kader PDI-P Se-Sumsel Harus Mau Berupaya Keras

Palembang, kompas – Pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya atau Sohe optimistis menang dalam Pilkada Sumsel, September mendatang. Kemenangan itu tidak terlepas dari kerja keras kader PDI-P.

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Tjahjo Kumolo mengungkapkan hal itu dalam pidato politiknya di acara Mega Konsolidasi PDI-P untuk Pemenangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya (Sohe), Senin (11/8) di GOR Sriwijaya, Palembang. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPP PDI-P Dudi Makmun Murod.

Tjahjo menegaskan, kemenangan Sohe maupun kemenangan PDI-P dalam pemilu legislatif dan pemilu presiden terletak di tangan pimpinan anak cabang (PAC) dan ranting.

”Konsolidasi ini penting untuk memenangi pemilu legislatif dan pemilu presiden guna mengusung Megawati Soekarnoputri sebagai presiden. Memenangkan Sohe juga wajib, ini adalah satu kesatuan,” kata Tjahjo.

Menurut Tjahjo, Sumsel merupakan daerah terkaya di Sumatera sehingga Sumsel secara politis menjadi daerah yang diperebutkan banyak partai politik.

Tjahjo lebih lanjut menginstruksikan para kader untuk menyosialisasikan pasangan Sohe dan mengajak masyarakat Sumsel supaya tidak golput.

Hasil survei menunjukkan, sekitar 30 persen pemilih di Sumsel memilih golput. Para kader harus mengecek daftar pemilih tetap (DPT) untuk melihat apakah semua kader PDI-P sudah masuk dalam DPT.

Tjahjo juga meminta agar para caleg PDI-P yang tak mau bekerja untuk kemenangan pasangan Sohe agar dicoret namanya. DPC berhak untuk mencatat dan melaporkan caleg yang tak bekerja untuk kemenangan Sohe.

Konsolidasi

Ketua DPD PDI-P Sumsel Eddy Santana Putra mengatakan, acara konsolidasi tersebut dihadiri oleh 212 PAC, 15 DPC, dan 2.675 pimpinan ranting PDI-P. Undangan yang hadir memang dibatasi pada pengurus PDI-P.

Menurut Eddy, konsolidasi untuk memenangkan calon yang diusung PDI-P sebenarnya telah dimulai sejak satu tahun lalu.

”Persiapan semakin sempit, masa kampanye sebentar lagi. Saya minta masa kampanye nanti dimanfaatkan betul-betul,” kata Eddy.

Dia mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan, pasangan Sohe masih berada di atas pasangan lain. Pasangan Sohe tidak ditentukan sembarangan, tetapi dipilih karena bisa memajukan Sumsel.

”Agenda politik PDI-P bukan hanya Pilkada Sumsel, tetapi pemilu legislatif. Kami menargetkan penambahan jumlah kursi di DPRD kabupaten/kota dari 93 kursi menjadi 150 kursi,” ujarnya.

Acara tersebut juga diisi dengan pembacaan sumpah terhadap para Ketua DPC PDI-P di 15 kabupaten/kota se-Sumsel untuk memenangkan pasangan Sohe.

Mulai kerja keras

Sementara itu, Syahrial Oesman dalam pidatonya, didampingi Helmy Yahya, mengucapkan terima kasih karena penetrasi yang dilakukan PDI-P telah sampai ke desa-desa di Sumsel. Dukungan PDI-P, kata dia, telah memberikan darah segar bagi dirinya maupun Helmy Yahya.

”Semoga 22 hari yang tersisa ini bisa dimanfaatkan untuk masa depan Sumsel. Mudah-mudahan pada 4 September nanti akan memberikan kemenangan besar bagi Sohe atas rida Allah SWT. Hasil survei yang cukup bagus untuk pasangan Sohe semoga bertahan sampai hari pencoblosan,” kata Syahrial.

Menurut Syahrial, seluruh kader PDI-P di Sumsel mulai hari ini harus bekerja lebih keras untuk kemenangan Sohe.

Setelah Syahrial, giliran Helmy Yahya yang menyampaikan pidato. Menurut Helmy, dirinya adalah wakil orang muda karena Sumsel memiliki potensi orang muda yang besar.

”Saya sudah berbicara di 30 tempat mengenai kewirausahaan. Kewirausahaan itulah yang bisa mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran di Sumsel,” ujar Helmy.

Menurut Helmy, PDI-P adalah partai politik yang mengakomodasi orang muda. PDI-P merupakan partai politik pertama yang membuka pintu bagi Helmy untuk berkarier di bidang politik.

”Tahun 2004 saya sempat dicalonkan sebagai caleg dari PDI-P, tetapi tidak terlaksana. Rupanya disiapkan kapling yang lebih luas bagi saya, mendampingi Syahrial Oesman,” kata Helmy. (WAD)

Source : kompas.com

Leave a Reply