Menjaga Idealisme, Jangan Pamrih

Kerelawanan politik dianggap memberi harapan karena seolah mengembalikan demokrasi pada sub- tansinya, yakni pemerintahan “dari, oleh, dan untuk” rakyat. Kerelawanan juga menandakan ada kesadar- an, rasa berdaya, dan ketulusan berbuat sesuatu. Namun, bagaimana jika relawan politik diganjar jabatan seusai menuntaskan tugas kerelawanannya?

Seorang kenalan, warga negara Amerika Serikat yang mengamati fenomena kerelawanan politik di Indonesia, pernah bercerita, di negaranya, menjadi hal wajar jika relawan politik yang berjuang sejak awal diajak bergabung dalam pemerintahan oleh kandidat yang menang. Sebab, selama masa pemilihan, kandidat dan relawan menjadi saling kenal dan terbangun rasa percaya.
Continue reading

Penggabungan ke Akar Rumput Jadi Tantangan

JAKARTA, KOMPAS — Berkembangnya gerakan kerelawanan politik menjadi salah satu indikator semakin matangnya demokratisasi di Indonesia. Namun, ruang lingkup gerakan yang cenderung elitis sehingga belum banyak menyentuh masyarakat akar rumput menjadi tantangan terbesar kerelawanan jika ingin mendorong perubahan tatanan politik agar jadi lebih inklusif.

”Saat ini gerakan kerelawanan umumnya masih ada di kalangan terdidik perkotaan dan kelas menengah. Gerakannya cenderung masih elitis, belum masif, karena belum menyentuh kelompok sosial lainnya, seperti buruh atau petani,” ujar pengajar Sosiologi Komunikasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, Semarang, Triyono Lukmantoro, Rabu (18/5), di Semarang.

Padahal, menurut Triyono, gerakan kerelawanan akan bergulir kian menjadi besar dan konsisten jika mampu menggabungkan dua kelas sosial, yakni kelas menengah yang mampu mengartikulasikan ide dan masyarakat akar rumput yang merupakan basis massa terbesar di Indonesia.
Continue reading

Media dan Gerakan Kerelawanan

Kemunculan gerakan kerelawanan tidak terlepas dari media yang menjadi medium komunikasi ataupun wadah gerakan tersebut. Media ini berubah dari masa ke masa, dipengaruhi perkembangan teknologi. Sifat dan jenis media ini kemudian memengaruhi skala, wujud, dan intensitas gerakan.

Pada masa awal pergerakan kemerdekaan Indonesia, yaitu seperti saat berdirinya Budi Utomo tahun 1908 dan Sumpah Pemuda tahun 1928, hingga pada masa perjuangan kemerdekaan tahun 1945, kemunculan gerakan kerelawanan dibantu oleh media cetak, seperti pamflet, brosur, dan dalam skala tertentu, dan surat kabar.

Sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Asvi Warman Adam, mengatakan, pers memiliki andil besar pada masa itu. Saat itu, pers sudah hadir di Jawa dan luar Jawa.

Melalui surat kabar, semangat kebangsaan dan kemerdekaan digelorakan. Saat itu, yang membaca surat kabar memang hanya kalangan tertentu, kalangan elite. Namun oleh sejumlah pihak tertentu, sering kali surat kabar itu juga disebarkan oleh kalangan elite kepada tokoh-tokoh pergerakan dan masyarakat sehingga bisa mendorong gerakan kerelawanan.
Continue reading

Kerelawanan Menjadi Oase

Minimnya Keteladanan dari Elite Menjadi Persoalan

JAKARTA, KOMPAS — Gerakan kerelawanan politik jadi oase di tengah kelelahan menghadapi struktur kehidupan politik yang kaku, pengap, dan dipenuhi kepentingan kelompok. Kini, gerakan kerelawanan jadi faktor penting untuk merekatkan kembali rasa peduli dan saling tolong antarindividu.

Sejarawan dari majalah Historia, Hendri Isnaeni, mengatakan semangat yang muncul saat terbentuknya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 untuk membangun kecerdasan bangsa dan juga saat perjuangan kemerdekaan tidak berbeda jauh dengan semangat kerelawanan yang tumbuh belakangan ini. “Semangat ini harus terus ditumbuhkan karena justru dari kemunculan kerelawanan-kerelawanan itu tumbuh harapan,” kata Hendri, Kamis (19/5) di Jakarta.

Gerakan kerelawanan, lanjut Hendri, saat ini punya peran besar dalam membantu menyelesaikan persoalan bangsa. Pasalnya, kerelawanan tidak hanya akan menjadi alat kontrol yang efektif. Namun juga penyeimbang elite negara yang terkadang hanya bergerak atas kepentingan kelompoknya sekaligus solusi atas keterbatasan negara memenuhi tanggung jawabnya kepada rakyat.
Continue reading