siwah.com

Blog

  • Lokasi Kampanye Pilgub dan Pilkada Bupati di Jatim Dipisah

    Surabaya, Kompas – Lokasi kampanye calon Gubernur Jawa Timur dan calon bupati/wali kota di Jatim dipisah. Hal itu untuk menghindari konflik antarkader dan massa pendukung partai politik mengingat koalisi parpol dalam pemilihan gubernur dan koalisi parpol dalam pemilihan bupati/wali kota di empat kabupaten/kota yang digelar bersamaan itu sangat berbeda.
    (more…)

  • Pemilihan Presiden: Parpol Masih Usung Tokohnya

    Jakarta, Kompas – Mayoritas partai politik diyakini masih akan memilih dan mengusung tokoh yang memang sejak awal dicalonkannya sebagai presiden dalam Pemilu 2009, seperti yang terjadi pada pemilu sebelumnya.

    Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) masih mengusung Megawati Soekarnoputri, Partai Demokrat mengusung Susilo Bambang Yudhoyono, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mengusung Wiranto, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung KH Abdurrahman Wahid, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencalonkan Hidayat Nur Wahid, Amien Rais dicalonkan Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Golkar mencalonkan M Jusuf Kalla.
    (more…)

  • Calon dari Nonpartai Dominan: Tokoh Parpol Daftar Calon DPD

    Jakarta, Kompas – Meskipun kader partai politik berkesempatan mendaftar sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau DPD, calon nonparpol tetap mendominasi pendaftaran calon anggota DPD. Kurangnya minat kader parpol diduga karena wewenang dan tugas DPD yang terbatas dibandingkan dengan DPR.

    Kondisi itu setidaknya terjadi pada proses pendaftaran calon anggota DPD di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta dan KPU DI Yogyakarta, Rabu (9/7). Pendaftaran calon anggota DPD yang ditandai dengan pengambilan formulir pendaftaran dimulai sejak 27 Juni lalu. Pengembalian berkas pendaftaran dilakukan paling lambat pada 14 Juli 2008 pukul 24.00.
    (more…)

  • PARTAI GOLKAR: Kekalahan Pilkada Bukan Kekalahan Parpol

    Jakarta, Kompas – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat atau DPP Partai Golkar, yang juga Wakil Presiden, Jusuf Kalla menyatakan, kekalahan partai-partai politik besar, termasuk Partai Golkar, dalam sejumlah pilkada provinsi bukan mencerminkan kekalahan parpol, melainkan kekalahan calon yang tak populer.

    Pernyataan itu disampaikan Kalla, Selasa (8/7), seusai membuka seminar pilkada bertema ”Membangun Masyarakat Sadar Konstitusi”, yang digelar Bidang Hukum, HAM, dan Otonomi Daerah DPP Partai Golkar. Turut hadir dalam seminar itu Gubernur Lemhannas Muladi dan Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta.
    (more…)

  • Multipartai dan Presidensialisme

    Setelah Komisi Pemilihan Umum mengumumkan daftar partai politik peserta Pemilu 2009, banyak pengamat politik mengatakan, jumlah parpol itu tidak sesuai sistem presidensialisme yang dianut Indonesia.

    Di dunia ini, selain Indonesia, hanya ada satu negara, Cile, yang bertahan dengan sistem presidensialisme dan multipartai. Karena itu, banyak yang mendukung penyederhanaan sistem kepartaian Indonesia, dengan mengurangi jumlah partai politik peserta pemilu. Tujuannya agar pemerintahan bisa lebih efektif dan stabil.
    (more…)

  • Kampanye Mulai Sabtu, Peserta Dibatasi

    Jakarta, Kompas – Komisi Pemilihan Umum membatasi peserta kampanye yang akan dimulai hari Sabtu (12/7) mendatang. Partai politik hanya boleh melakukan kampanye dengan pertemuan terbatas, sedangkan rapat umum baru bisa digelar selama 21 hari menjelang pemungutan suara pada 9 April 2009.

    Penjelasan awal mengenai kampanye itu diberikan anggota KPU, Sri Nuryanti, seusai penetapan nomor urut peserta pemilu, kemarin. Penetapan nomor urut parpol dipimpin Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary serta dihadiri ketua umum dan sekretaris jenderal dari 34 parpol peserta pemilu.

    Sri Nuryanti menjelaskan, KPU akan menyosialisasikan Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilu DPR, DPD, dan DPRD. ”Nanti akan diatur mengenai jadwal, tempat, waktu, dan metode kampanye yang akan berlangsung selama sembilan bulan tujuh hari,” kata Sri Nuryanti.
    (more…)

  • Kalah di Sejumlah Pilkada, Kader Golkar Kurang Militan

    Jakarta – Partai Golkar dinilai kurang militan. Hal ini salah satu sebab partai tersebut berturut-turut mengalami kekalahan di sejumlah pilkada.

    Hal itu diungkapkan Manager Eksekutif Lingkaran Survey Indonesia (LSI), Denny. J.A di Jakarta sebelum bertolak ke Bali, Rabu (9/7/2008).
    (more…)

  • PDIP Unggul di Bali Karena Soekarno Setengah Dewa

    JAKARTA – Kemenangan sementara PDIP di Pemilihan Gubernur Bali, lebih disebabkan adanya ikatan kultural yang sudah tertanam antara masyarakat Bali dengan Soekarno dan Megawati Soekarnoputri.”Anda boleh tidak suka, tapi Soekarno sudah dianggap setengah dewa di sana,” kata Ketua DPP PDIP Aria Bima di sela-sela pengambilan nomor urut partai di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (9/7/2008).
    (more…)
  • KTP Merah Putih, Jadi Kendala Pemilu Aceh

    ANDA ACEH – Pelaksanaan Pemilu di Aceh dikhawatirkan akan terkendala dengan masih banyaknya warga Aceh yang memegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) Merah Putih, peninggalan masa konflik. Pemerintah Aceh diharapkan dapat menyegerakan pembuatan KTP nasional.

    “Saya sudah keliling ke daerah-daerah dan masih banyak masyarakat kita yang masih mengunakan KTP merah Putih, ini perlu ditindak lanjuti. Karena tanpa KTP Nasional mereka tidak dapat mengunakan hak pilihnya,” kata Anggota DPR RI asal Aceh, Ahmad Farhan Hamid di Banda Aceh, Rabu (9/7/2008).
    (more…)

  • KIP Aceh Tetapkan Nomor Urut Parlok

    BANDA ACEH – Komisi independen Pemilihan (KIP) Aceh menetapkan nomor urut partai lokal peserta pemilu di Aceh. Berdasarkan ketentuan Qanun Aceh (peraturan daerah) tentang partai politik lokal, nomor urut partai lokal di Aceh berada di bawah nomor urut partai nasional.

    Dalam penarikan nomor peserta partai poltik lokal, ditetapkan Partai Aceh Aman Sejahtera (PAAS) memegang nomor urut 35, diikuti Partai Daulat Aceh (PDA) dengan nomor urut 36, Partai Suara Independen Rakyat Aceh (SIRA) dengan nomor urut 37, Partai Rakyat Aceh (PRA) di nomor urut 38 dan Partai Aceh (39), serta Partai Bersatu Aceh (PBA) di nomor 40.
    (more…)