siwah.com

Blog

  • As Aceh Votes, a Lesson for All of Us

    Voting in Aceh today will be closely watched by observers to gauge whether the challenges posed by simultaneous elections at various levels in a province offset the benefits. 

    More than 3.2 million people in Aceh are expected to cast their ballots to elect a governor and deputy governor, district heads and mayors. It is the second such simultaneous elections for Aceh after the last ones in 2007. 

    Besides polls at the provincial level to elect a governor and deputy governor, Aceh will also see elections at 17 district or municipal levels, with a total of 9,786 polling stations across the province. 

    “Simultaneous elections for heads of regions could be the answer. I am convinced that such elections are much more efficient than elections that are not held simultaneously in a region,” said Saldi Isra, a legal expert at Andalas University in Padang. 

    He said simultaneous elections were clearly much more economical than holding elections separately, as is usually the case. He cited the case of West Sumatra, which in 2010 held simultaneous elections for 14 of its 19 districts and municipalities. 

    “The West Sumatra General Elections Commission [KPUD] reported that the costs were 50 percent less than when the elections were held at different times,” he said. 

    However, unless they are properly organized, simultaneous elections can also pose plenty of problems, including the potential for ensuing bureaucratic transitions across an entire province, he said. 

    Electoral disputes can also pile up, he said, and cause a backlog at the Constitutional Court in Jakarta, which has the authority to handle them, resulting in delayed decisions. 

    Hadar Gumay, a newly elected member of the General Elections Commission (KPU), said the advantages of simultaneous elections in a province were more numerous than the drawbacks.

    “This is a good idea because we will be saving more money. The personnel are the same, there is no need to retrain them or pay them repeatedly,” he said. “The advantages are many.

    ”However, Hadar, who is also a founder of the Center for Electoral Reform (Cetro), said simultaneous elections also carried an element of confusion. 

    “Often, one election influences other elections,” he said. “This is a psychological problem for voters. Voters should be able to vote differently.” 

    He said voters might be confused by having to take in all the information on different candidates from different parties running for governor, mayor and district head. And the same parties may offer different programs at the provincial, district and municipal level, adding a further layer of confusion to the process for voters. 

    “Simultaneous elections will results in a certain level of complexity,” he said. 

    He also said simultaneous local elections could see more electoral disputes having to be settled by the Constitutional Court at the same time. 

    But he added that these problems could be anticipated and prevented with better supervision and law enforcement. 

    All local elections should be held at the same time, and separated from national elections by two and a half years, he said. 

    Irman Putra Sidin, a legal expert at Hasanuddin University in Makassar, agreed. “I would say after the presidential election, just hold the regional elections all at once,” he said. 

    But aldi said holding local elections all at once for the entire country would be too difficult. 

    “It would be possible for several provinces to hold their regional elections at the same time, but not all 33 provinces at the same time,” he said. “I just cannot imagine what would happen.”

    Source : Jakarta Globe

  • Di Kampanye PA, Fadel Muhammad Bilang Berjuang Mati-Matian untuk Zaini-Muzakir

    BANDA ACEH – Pendukung Zaini Abdullah-Muzakir Manaf (Zikir), calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung Partai Aceh memenuhi lapangan depan Stadion Lhong Raya, Banda Aceh, Senin sore, 2 April 2012.

    Dalam kampanye yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut hadir Wakil Ketua Partai Golkar yang juga Mantan Menteri Kelautan Fadel Muhammad, Nasir Djamil (Anggota DPR RI), Abdullah Puteh (mantan Gubernur Aceh ), Farhan Hamid (Wakil Ketua MPR RI), Hasbi Abdullah (Ketua DPRA), Muklis Abee (Ketua PA Banda Aceh).

    Selain itu ada juga tiga mantan jenderal, yaitu mantan Pangdam Iskandar Muda Mayjen (Purn) TNI Soenarko, Mayjen (Purn) TNI Djali Yusuf, dan mantan Kasdam Brigjen (Purn) M.Yahya. Mereka duduk sepanggung untuk mendukung kampanye akbar pasangan Zikir ini.

    Sebelum Zaini Abdullah dan Muzakhir Manaf berpidato, tampil Fadel Muhammad berorasi. Fadel mengatakan Partai Golkar benar-benar mendukung Zikir.

    “Kami telah berjuang mati-matian untuk pasangan yang ideal ini. Aceh sekarang sangat mendamba-dambakan pemimpin yang sangat peduli dan amanah dengan rakyatnya. Semoga Zikir yang kami usung bisa menjadi pemimpin itu,” ujar Fadel.

    Dalam orasinya, Fadel juga mengatakan kepada massa, “coba buka kepalan tangan kanan kalian, dan lihat ada berapa jari di sana? Ya, ada lima jari di sana. Maka dari itu cobloslah nomor urut lima di pilkada nanti,” ujar Fadel yang disambut suara gemuruh dari pendukung Zikir.[]

    Source : Atjehpost.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Mualem: Usaha Mikro Pengaruhi Tumbuhnya Industri Makro

    BANDA ACEH – Saat berorasi dalam kampanye akbar di lapangan depan Stadion Lhong Raya Banda Aceh, Calon Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengatakan bahwa Partai Aceh khususnya Zikir (Zaini-Muzakir) akan memegang teguh MoU Helsinki dan mempertahankan perdamaian di Aceh, Senin 2 April 2012.

    Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem itu mengatakan nantinya jika mereka terpilih, Zikir akan berusaha agar di Aceh diberikan kesehatan dan pendidikan gratis. Tidak hanya itu Muzakir juga berjanji akan meningkatkan sektor pertanian, kelautan, dan industri.

    Di sektor industri, Muzakir mengatakan akan mengutamakan industri menengah dengan memberikan pinjaman pinjaman kepada kredit mikro dengan bunga yang sangat kecil. “Usaha mikro sangat berpengaruh besar dengan tumbuhnya industri makro di Aceh,” ujar Mualem.

    Ia juga mengkritik kepimpinan Aceh lima tahun lalu yang tidak membawa rakyat Aceh sejahtera. “Sekarang ada juga yang mengaku-ngaku bahwa JKA itu milik dia. Kami tegaskan, JKA bukan milik dia namun milik seluruh Aceh. Dan dilihat dari awalnya JKA adalah itu semua kebijakan dari DPRA yang kita ketahui di dalam DPRA 75 persennya partai Aceh,” ujarnya.

    Acara kampanye ini turut dimeriahkan juga oleh Imun Jon dan rapai pasee.[]

    Source : Atjehpost.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Kekerasan Cenderung Meningkat di Aceh

    Banda Aceh, Kompas – Potensi kekerasan dan pelanggaran dalam pemilihan umum kepala daerah di Aceh diperkirakan meningkat menjelang pemungutan suara. Ini akan terjadi jika rangkaian pelanggaran dan kekerasan tak kunjung ada penindakan tegas dari kepolisian dan Panitia Pengawas Pemilu.

    Tanpa tindakan tegas, pelaku merasa aman untuk terus berbuat kekerasan dan melanggar.

    Demikian kesimpulan yang berkembang dalam acara diskusi potensi ancaman dan kekerasan Pilkada Aceh yang digelar Forum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aceh, di Banda Aceh, Senin (2/4).

    Koordinator Forum LSM Aceh Sudarman mengatakan, ada 40 kasus kekerasan dan pelanggaran dalam Pilkada Aceh sejak 12 Maret hingga akhir Maret. Kasus-kasus tersebut sebagian sudah dilaporkan ke Panwas dan kepolisian, tetapi sampai saat ini belum jelas tindak lanjutnya.

    ”Yang kami khawatirkan, jika kasus-kasus itu tak diungkapkan, akan terus berlanjut pada saat menjelang pemungutan suara. Apalagi, potensi terjadinya kecurangan dalam bentuk intimidasi dan kecurangan lainnya pada saat jelang pemungutan sangat besar,” lanjutnya.

    Oleh karena itu, Sudarman berharap, aparat dan Panwas dapat bertindak tegas dan mengungkapkan segera pelakunya sehingga dapat memberikan terapi kejut kepada kontestan agar kembali menjaga komitmen dalam pilkada.

    ”Pada akhirnya, komitmen para pasangan calon menjaga perdamaian adalah yang paling penting,” ujar Sudarman.

    Diusut

    Ketua Panwas Aceh Nyak Arif Fadillah Syah mengatakan, Panwas tetap komit untuk mengusut kasus-kasus pelanggaran pilkada. Saat ini ada 37 kasus yang dalam pemberkasan. ”Kasus-kasus itu sedang ditangani di Panwas kabupaten dan kota masing-masing,” katanya.

    Enam dari 37 kasus itu berupa pelanggaran pidana, sisanya pelanggaran administrasi. Pelanggaran pidana umumnya berupa intimidasi dan kekerasan. Tiga kasus di antaranya terjadi di Lhokseumawe.

    ”Kasus administrasi umumnya berupa pelanggaran kampanye yang menyalahi jadwal. Ada juga berupa iming-iming uang yang diberikan kepada masyarakat,” kata Nyak Arif Fadillah Syah.

    Kasus administrasi nantinya akan dilimpahkan ke Komisi Independen Pemilihan, sedangkan kasus pidana dilimpahkan ke kepolisian. ”Kami tak bisa menyebut pelakunya sekarang karena akan menjadi kampanye untuk calon tertentu,” lanjutnya. (HAN)

    Source : Kompas.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Fadel Muhammad Kampanye untuk Zaini-Muzakir

    BANDA ACEH – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Fadel Muhammad, hari ini akan berkampanye untuk pasangan calon gubernur-wakil gubernur, Zaini Abdullah – Muzakir Manaf. Politisi senior Partai Golkar ini saat ini sudah berada di Banda Aceh. Nanti siang dia akan meluncur ke Lapangan Harapan Bangsa, Lhong Raya, tempat Partai Aceh berkampanye.

    Fadel adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Sebelumnya dia juga adalah Gubernur Provinsi Gorontalo sejak 10 Desember 2001 hingga 22 Oktober 2009. Pada pilkada Gorontalo 2006 yang dilaksanakan pada 26 November 2006, ia memperoleh 81 persen suara. Nilai ini merupakan tertinggi di Indonesia untuk pilkada sejenis dan tercatat di rekor MURI sebagai rekor pemilihan suara tertinggi di Indonesia.

    Tokoh lainnya yang akan tampil kampanye di Banda Aceh untuk Zaini-Muzakir hari ini antara lain adalah Mayjend (Purn) Soenarko yang adalah mantan Panglima Kodam Iskandar Muda. Sejumlah tokoh lainnya dipastikan akan terlibat dalam kampanye hari ini.

    Adapaun pasangan Zaini-Muzakir yang biasanya berkampanye di dua lokasi yang terpisah, dalam kampanye di Banda Aceh, mereka akan bersama tampil di panggung. Saat ini para pendukung dan simpatisan untuk pasangan Zaini-Muzakir dan Partai Aceh mulai berdatangan ke lokasi kampanye yang dirancang menjadi merah warna khas Partai Aceh.[]

    Source : Atjehpost.com

  • Irwandi dan Partai Aceh Dominasi Gesekan Kekerasan

    Banda Aceh-Sampai tanggal 30 Maret 2012, Panwas Aceh telah merilis 37 kasus pelanggaran Pemilukada Aceh. 31 kasus pelanggaran administrasi dan 6 kasus yang mengarah ke pidana.

    Ketua Panwas Aceh, T. Nyak Arif Fadhilahsyah mengatakan, dari sekian kasus yang terjadi terdapat 57 kasus intimidasi Pemilukada 2012 ini.

    “Biasanya terjadi ketika massa kempanye pulang dari orasi. Ada dalam bentuk pelemparan, ketapel, merobek spanduk, membakar mobil, dan pencegahan lainnya,” ujar T. Nyak Arif saat konferensi pers di kantor Panwas Aceh, Senin (2/4).

    Sambung T. Nyak Arif, gesekan intimidasi dan intimidasi yang kerap sekali terjadi hanya pada dua calon gubernur yaitu pasangan nomor dua (Irwandi-Muyan) dan pansangan nomor lima (Zaini-Muzakir).

    “Berdasarkan laporan masyarakat dan anggota Panwas sendiri di lapangan gesekan yang kuat ada pada dua kubu ini,”

    Nyak Arif tidak mengatakan diantara kedua kubu ini siapa yang menjadi korban dan siapa yang menjadi pelaku intimidasi dan kekerasan, karena itu kode etik Panwas Aceh.

    “Kita tidak bisa mengungkapkan siapa yang melakukan banyak pelanggaran karena itu kode etik Panwas,” tukasnya.[003]

    Source : The Globe Journal

  • Irwandi Kritik Program Saingannya

    BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Bekas Gubernur Aceh yang kembali mencalonkan diri dalam pemilihan 9 April nanti, Irwandi Yusuf, berkampanye di Lapangan Merdeka, Kota Langsa, Ahad (1/4) sore. Dalam kampanye di hadapan ribuan pendukungnya, Irwandi mengkritik sejumlah program rivalnya.

    Program rivalnya yang dikritik yaitu program bagi-bagi uang sebesar Rp1 juta kepada setiap kepala keluarga di Aceh yang diusung kandidat dari Partai Aceh. Menurut Irwandi, program itu tidak realistis. “Itu sangat tidak mungkin bisa direalisasikan,” kata Irwandi.

    Seperti diketahui, dalam kampanye di hadapan ribuan pendukungnya di Aceh Tenggara, calon wakil gubernur dari Partai Aceh, Muzakir Manaf, berjanji akan mengelola 70 persen dana bagi-hasil minyak dan gas untuk kesejahteraan rakyat. Muzakir bilang, setiap keluarga akan diberikan Rp1 juta.

    Irwandi bilang, di Aceh saat ini terdapat 1,2 juta kepala keluarga. Jika satu juta dikali 1,2 juta, maka dalam sebulan dibutuhkan anggaran Rp1,2 triliun. “Kalau setahun, maka dibutuhkan dana Rp14,4 triliyun. Sementara dana yang dimiliki Aceh per tahun hanya Rp9,5 triliyun,” ujar bekas juru kampanye Partai Aceh pada pemilu 2009 ini. “Jadi tidak mungkin.”

    Kampanye Irwandi di Lapangan Merdeka juga diisi orasi politik dari bekas Juru Bicar Militer Gerakan Aceh Merdeka Sofyan Dawood, bekas Panglima GAM Aceh Rayeuk Muharram Idris, bekas Juru Bicara GAM di Stockholm Bakhtiar Abdullah, Fauzi Zainal Abidin Tiro (keponakan Hasan Tiro), dan Hasan Umar Tiro (putra Keuchik Umar, panglima GAM Pidie Pertama). []

    Source : Acehkita.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Irwandi Yusuf: Kekerasan di Aceh Seperti Dibiarkan

    TEMPO.CO, Langsa – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan berbagai tindak kekerasan di Aceh, termasuk yang menimpa tim sukses dan massa pendukung Irwandi sebagai calon gubernur, dilakukan Partai Aceh dan terkesan dibiarkan.

    Menurut Irwandi, pelaku penembakan warga asal Pulau Jawa dan pelaku teror menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Aceh sebenarnya sudah diketahui polisi. Tindak kekerasan tersebut dilakukan anak buah Ayah Banta. »Tapi Polda tidak berani menyatakan itu kelompok Partai Aceh dan KPA, juga atas perintah siapa mereka melakukan tindak kekerasan,” kata Irwandi kepada Tempo di Langsa, Jumat dinihari, 30 Maret 2012.

    Irwandi menegaskan berbagai tindak kekerasan yang terjadi selama ini bukan dilakukan oleh orang yang tidak dikenal. Pelakunya jelas, termasuk yang menimpa tim sukses Irwandi di Lhoksukon, Jumat, 23 Maret 2012. Saat itu si pelaku dengan garang menunjukkan wajah dan menyatakan siapa dirinya kepada korban. »Kau lihat muka aku,” ujar Irwandi mengutip ucapan pelaku kekerasan berdasarkan laporan yang diterimanya. Namun si pelaku masih bebas dan tidak ditangkap. ”Kalau seperti ini penegakan hukum, sangat memalukan negara kita ini,” ucap Irwandi pula.

    Irwandi bahkan memaparkan bahwa berbagai tindak kekerasan tersebut bukan terjadi dengan sendirinya melainkan berdasarkan perintah dari atasan. »Ada duduk rapat lagi,” tutur Irwandi.

    Irwandi tak menampik adanya pengarahan Menkopolhukam dan Mabes polri bahwa harus bertindak tegas terhadap pelanggar hukum. ”Saat ini belum tegas, tapi entah besok. Kita tidak tahu,” katanya.

    Sementara itu, juru bicara Partai Aceh, Fakrurrazi, membantah tindak kekerasan itu dilakukan oleh anggota Partai Aceh. ”Itu bukan dilakukan anggota Partai Aceh, tapi oleh simpatisan Partai Aceh,” katanya.

    Fakrurrazi menjelaskan Partai Aceh sudah mengimbau kepada simpatisan dan kader agar tidak bersikap arogan dan anarkistis, serta harus menjaga ketertiban umum.

    Fakrurrazi juga mengatakan tindak kekerasan dan arogan pun dilakukan oleh pendukung partai lain. Namun pemberitaan media selalu mengatakan bahwa pelaku tindak kekerasan adalah Partai Aceh. ”Itu adalah strategi calon lain untuk meraup suara dan itu tidak begitu menarik bagi kami karena kami sedang menggalang dukungan masyarakat yang semakin hari makin meningkat terhadap Partai Aceh,” Kata Fakrurrazi.

    Hari ini, sebuah mobil operasional tim sukses Irwandi-Muhyan, pukul 12.00 WIB, dilempari di Desa Cot Kreut, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen.

    Mobil yang dikemudikan Mulyadi alias si Pe itu dilempari oleh orang yang bersembunyi di balik kebun sawit. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kepolisian dan Koramil setempat sedang menyisir lokasi kejadian.

    IMRAN MA

    Source : Tempo.co

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Ideologi, Pragmatisme, dan Faktor Keraton

    Sebagaimana di wilayah lain di Indonesia, peran ideologi juga semakin melemah dalam pertarungan partai politik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Uniknya, selain faktor ketokohan, pragmatisme, dan godaan politik uang, orientasi pemilih di sini juga dipengaruhi faktor ”restu” keraton.

    Perolehan suara pemilu legislatif di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tahun 1999, 2004, dan 2009 dapat menggambarkan peta politik itu. Pada Pemilu 1999, ada tiga partai yang memimpin. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) memperoleh suara terbanyak (35,6 persen), kemudian Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 17,2 persen suara, dan Partai Golkar (14,3 persen).

    Komposisi serupa terulang pada Pemilu 2004, tetapi persentase perolehan suara ketiga partai itu bergeser. PDI-P menang, tetapi jumlah suaranya menurun (26 persen). PAN menyusul dengan 20,5 persen suara, dan Partai Golkar berkurang (13,8 persen).

    Pemilu 2009 memberi kejutan. Partai Demokrat (PD), yang sebelumnya berada pada urutan keenam, mengantongi suara terbanyak (18,7 persen). PDI-P pada urutan kedua (15,6 persen), lalu Partai Golkar (14,7 persen), dan PAN (13,8 persen).

    Saat ini, ada empat partai dominan, yaitu PD, PDI-P, PAN, dan Partai Golkar. Di luar PD yang melejit pada pemilu terakhir, perolehan ketiga partai lain lebih-kurang stabil. Perolehan suaranya bergeser naik-turun sedikit.

    Dominasi keempat partai itu juga terjadi pada pemilu lima kepala daerah. Kota Yogyakarta kini dipimpin pasangan Haryadi Suyuti dan Imam Priyono (PDI-P, Golkar). Pasangan Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu (PAN, PDI-P, Gerindra) terpilih di Kabupaten Sleman, Sumpeno Putro-Badingah (PAN) di Gunung Kidul, Hasto Wardoyo-Sutedjo (PDI-P, PAN, PPP) di Kulon Progo, dan pasangan Sri Surya Widati-Sumarno (PAN, Golkar, Demokrat, dan beberapa partai lain) di Kabupaten Bantul.

    Nasionalis vs Islam

    Apa yang bermain di balik pertarungan partai politik di DIY? Meski pengaruhnya kian mengecil, ideologi masih berperan. Secara ideologis, partai-partai terpolarisasi dalam dua kelompok: nasionalis dan Islam-modernis.

    Kelompok nasionalis merujuk pada masyarakat ”abangan” yang mengusung kebangsaan. Kaum ini berakar kuat karena Yogyakarta menjadi basis beberapa organisasi pelopor kebangkitan nasional, seperti Boedi Oetomo (1908) dan gerakan pendukung deklarasi Sumpah Pemuda (1928). Ideologi ini lekat dengan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang punya sejarah mantap di Yogyakarta.

    Islam-modernis mengacu pada kelompok yang berusaha menerjemahkan nilai-nilai universal agama dalam praktik politik modern. Ini juga kuat karena Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta tahun 1912. Pada masa Orde Lama, ideologi ini lekat dengan Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi).

    Menurut pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Ari Dwipayana, dua ideologi itu dipegang sebagian masyarakat, terutama pemilih tradisional. Kelompok nasionalis tersebar, terutama dalam PDI-P, Golkar, dan Demokrat. Sementara Islam-modernis merapat pada PAN dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

    Polarisasi itu bisa menjelaskan kenapa PDI-P dan PAN dominan. ”Sentimen politik aliran itu terus dibangkitkan menjelang pemilu. Itu masih cukup efektif untuk mendulang suara pemilih tradisional,” katanya.

    Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P DIY Idham Samawi mengakui, partainya bertahan karena daerah itu adalah basis PNI pada masa lalu dan terus ada sampai kini. Kader partai berusaha menjaga sejarah itu dengan membuat program-program untuk kaum marhaen alias wong cilik, seperti petani, bakul pasar, buruh, dan nelayan.

    ”Dari lima kepala daerah di DIY, kader kami memimpin di empat wilayah. Pada Pemilu 2009, perolehan suara kami menurun karena harus berbagi dengan Partai Demokrat. Itu tren arus politik nasional karena pengaruh citra Susilo Bambang Yudhoyono,” katanya.

    Saat bersamaan, PAN ditopang basis pemilih Islam modernis. Sejarah kelahiran Muhammadiyah dan figur tokoh reformasi Amien Rais—sebagai mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah sekaligus pemimpin partai itu—menjadi modal penting. Namun, partai ini harus berbagi dengan PKS karena pemilih kedua partai ini beririsan.

    Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN DIY Takdir Ali Mukti menilai, PAN punya saham besar dalam peta politik Yogyakarta. Meski bukan partai pemenang utama, kader-kader PAN dipercaya menjadi pejabat publik di kabupaten/kota.

    Namun, sentimen ideologis itu kian melemah seiring dengan memudarnya kekuatan ideologi partai. Partai-partai kini membangun citra terbuka sebagai partai tengah agar dapat merangkul semua kalangan.

    Arus pragmatisme politik juga menggerus ideologi. Partai-partai mengambil jalan pintas untuk memenangi pemilihan dengan mengusung calon-calon pejabat publik yang populer dan bermodal besar. Wakil Ketua II DPD Partai Demokrat DIY Putut Wiryawan mengakui, politik uang masih menjadi ancaman laten dalam pilkada.

    Faktor keraton

    Ada faktor penting yang memengaruhi percaturan politik di DIY, yaitu ”faktor keraton”. Hubungan dengan Kasultanan Ngayogyakarta dan Pura Pakualaman turut meningkatkan atau menurunkan daya jual partai atau calon dalam mencapai target-target politik. Ini terjadi karena masyarakat Yogyakarta menghargai keraton sebagai pusat sejarah, sosial, budaya, dan seni.

    Partai, calon anggota legislatif, ataupun calon kepala daerah selalu berlomba memainkan isu ”restu” keraton itu. Jangan heran, saat kampanye pilkada, misalnya, semua calon sama-sama memajang foto dirinya bersama keluarga keraton.

    Source : Kompas.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Di Langsa, Nazar Janjikan Gaji Geuchik 1 Juta Perbulan

    LANGSA – Calon Gubenur Aceh, Muhammad Nazar, menjanjikan jika dirinya nanti terpilih menjadi Gubenur Aceh periode 2012 – 2017, maka akan menerapkan standar minimal gaji Geuchik di seluruh Aceh sebesar Rp 1 juta perbulan.

    Hal itu disampaikan Nazar ketika melakukan Kampanye dialogis yang dihadiri ratusan kader partai pengusung (Demokrat, PPP, SIRA) serta berbagai elemen masyarakat Kota Langsa, Rabu, 28 Maret 2012, di Rangkang Kupi Kota Langsa. Kampanye dialogis itu juga dihadiri Calon Walikota Langsa yang diusung Partai SIRA, H Jauhari Amin.

    Dikatakan Nazar, pemberian gaji  itu dianggap penting mengingat tugas dan tanggung jawab Geuchik sangat penting dalam pembangunan Aceh. Di hadapan ratusan pendukungnya,  Nazar mengatakan geuchik merupakan ujung tombak dalam proses pelaksanaan pembangunan di Aceh.

    “Mengingat kompleksitas peran geuchik, maka sudah selayaknya pemimpin di tingkat gampong tersebut mendapatkan penghargaan yang lebih layak.

    Jika nanti Allah mengizinkan saya memimpin Aceh, maka kita akan terapkan standar minimal gaji geuchik sebesar Rp 1 juta, sehingga kesejehteraan geuchik akan lebih terjamin dan program pembangunan juga akan lebih sempurna,” kata Nazar.

    Selain akan menerapkan standar minimal gaji geuchik, Muhammad Nazar pada kesempatan tersebut juga mengingatkan kadernya untuk berpolitik dengan santun dan tidak melakukan hal-hal tercela. Karena, kata Nazar, pemilukada merupakan arena politik yang harus dilakoni dengan aman dan damai serta penuh dengan rasa persaudaraan.

    “Kita tidak ingin ada kader kita yang berprilaku tidak baik dalam proses Pemilukada. Karena apa yang kita jalani ini harus berjalan dengan aman dan damai,” lanjutnya lagi.

    Sementara untuk sektor ekonomi, Nazar menjanjikan jika ia terpilih nanti akan membuka lapangan kerja sebesar-sebesarnya, mengatasi angka pengangguran, dan memberdayakan industri-industri produktif seperti padi, kacang kuning, jagung, pabrik ikan, dan pabrik garam.

    Sedangkan untuk pengembangan sumber daya manusia, Nazar menjanjikan beasiswa bagi anak yatim, mahasiswa S1, S2 dan S3. Selain itu, juga akan diberikan bantuan bagi perguruan tinggi, penguatan dayah, dan balai-balai pengajian.

    Dalam kampanye dialogis ini, Nazar tanpa ditemani wakilnya, Nova Iriansyah. Kampanye berakhir pukul 17.00 WIB. []

    Source : Atjehpost.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.