siwah.com

Tag: Opinion

  • Personal Branding ala HANCOCK

    Semalam saya bermalam mingguan bersama istri sambil menonton film Will Smith terbaru berjudul “HANCOCK”, adalah seorang Jhon Hanckok yg diperankan oleh Will smith, seorang superhero pemabok yg sama sekali tidak memiliki kepekaan terhadap publik, dia selalu menolong orang dengan caranya sendiri yg sangat berbahaya bagi orang-orang yg mau ditolongnya, saat dia melalukan aksinya seringkali menyebabkan kerusakan properti umum, tingkah ini sangat merugikan masyarakat, dan juga menyebabkan dia dikecam oleh warga dunia.
    (more…)

  • Pemasaran Politik

    Beberapa hari ke depan media-media di Indonesia baik cetak maupun elektronik, akan diramaikan dengan iklan-iklan politik partai peserta PEMILU 2009. Demikian pula dengan media luar ruang seperti billboard, baliho, dan spanduk akan bertebaran menampilkan logo partai dan foto calon anggota dewan dari masing-masing partai. Penyelenggaraan PEMILU 2009 memang masih agak jauh (5 April 2009). Tapi berdasarkan Keputuhan KPU N0. 9 tahun 2008, pelaksanaan kampanye akan digelar mulai 8 Juli sampai 1 April 2009. Menurut KPU, panjangnya masa kampanye ini bertujuan pertama memberi kesempatan kepada parpol untuk memperkenal diri; dan kedua memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Keberhasilan partai politik dalam meraih suara, sangat ditentukan oleh strategi komunikasi pemasaran politik yang mereka lakukan.
    (more…)

  • Politik dan Pemilu dalam Perspektif Pemasaran

    BERDASAR perilakunya, pemilih dalam pemilu dapat dikategorikan dalam tiga plus satu kelompok.

    Tiga kelompok pertama: pemilih baru yang dalam membuat keputusan cenderung berdasar janji; pemilih yang agak loyal mengevaluasi seberapa jauh kebijakan dinyatakan; dan partisan jangka panjang yang memperhatikan bagaimana par pol memfasilitasinya untuk meraih tujuan. Adapun kelompok terakhir, golput tidak menemukan pilihan yang sesuai dan memuaskan aspirasinya.
    (more…)

  • Pemasaran Partai Politik

    Sudah pasti pemilu akan digelar pada 5 April 2009, dengan jumlah pemilih sekitar 155 juta dan jumlah partai bertambah 24 lagi dari 115 yang lolos seleksi.

    Dengan jumlah partai bertambah 30 persen dan jumlah pemilih tak banyak berubah, hanya dua hal yang pasti akan menjadi pusat perhatian: kewiraswastaan (politik) dan pemasaran (politik).
    (more…)

  • Di Bawah Tekanan Panasnya Suhu Politik

    Pascakenaikan harga bahan bakar minyak 24 Mei 2008, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadapi gelombang protes dan unjuk rasa. Kebijakan pemerintah yang tidak populis dan menyangkut urusan perut rakyat ini kontan memengaruhi popularitas presiden dan pemerintahannya. Bukan hanya itu, perhatian publik pun mulai beralih ke ingar-bingar pentas politik.

    Tekanan berat terhadap kinerja ekonomi pemerintah justru dialami sebelum kenaikan harga BBM diputuskan. Berbagai kalangan menolak keras opsi kebijakan yang memiliki rentetan dampak yang begitu panjang dan berat.
    (more…)

  • Mendorong Partai Islam ke Tengah

    IKLAN Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di televisi baru-baru ini yang menampilkan Bung Karno merupakan babak penting dalam perkembangan partai itu. Dengan mengangkat tema kebangsaan, PKS ingin menampilkan citra baru ke tengah masyarakat, yakni sebagai partai terbuka yang ingin merangkul semua orang.

    Bukan sekali ini PKS melakukan langkah cerdik. Di antara partai-partai Islam, saya kira, PKS-lah yang paling pintar berpolitik. Sejak tak lulus electoral threshold pada Pemilu 1999, PKS terus berbenah diri, tak hanya dengan mengganti nama dari PK menjadi PKS, tapi juga mengubah strategi kampanyenya.
    (more…)

  • Saatnya Membangun Parpol “Berorientasi Pasar”

    Jakarta – Jika kita amati tren yang berkembang secara mencolok akhir-akhir ini di arena komunikasi politik Indonesia adalah kecenderungan partai politik (parpol) untuk memanfaatkan iklan di media massa dalam rangka menjajakan dagangan politiknya. Kecenderungan ini nampak semakin nyata menjelang masa-masa pemilu atau pilkada.

    Tidak heran (atau sungguh mengherankan?) pada masa-masa ini masyarakat secara tiba-tiba disuguhi wajah-wajah dan nama-nama yang tidak pernah dikenal sebelumnya. Atau profil yang sudah lama tidak terdengar namanya. Hadir melalui spanduk, baliho, poster, pamflet, iklan radio, iklan surat kabar, dan iklan TV.
    (more…)

  • Pemimpin Generasi Kuantum

    Pemilu 2009 akan diwarnai persaingan ketat 34 partai politik berikut presiden dan wakil presiden yang mereka usung. Sayang, di antara calon-calon itu aktor-aktor lama masih mendominasi.

    Bahkan, pesta demokrasi itu mungkin tidak menawarkan ”inovasi politik”, baik tingkat gagasan, visi, ideologi, strategi, dan program, karena dominannya ”gagasan usang” meski dibungkus ”kemasan baru”.
    (more…)

  • Presiden Kaum Muda 2009

    Pemimpin muda dunia sudah hadir, Medvedev (44) di Rusia, Obama (47) di Amerika Serikat, dan kaum muda di Indonesia. Itulah generasi kepemimpinan nasional baru berusia 30-40 tahun yang akan mewarnai kepemimpinan global pada masa ini.

    Dunia baru dengan kompleksitas baru niscaya membutuhkan pengalaman baru. Dunia lama niscaya juga membutuhkan pengalaman lama, tetapi dunia baru niscaya tidak membutuhkan pengalaman lama dari ”kaum tua”. ”Kaum muda”, generasi kedua kepemimpinan nasional pascareformasi, mewakili Zeitgeist (jiwa zaman) baru ada dalam konfrontasi dengan Zeitgeist lama ”kaum tua”. Progresivisme melawan konservativisme!
    (more…)

  • Cara Kampanye: Politik Uang di Pilkada

    Sejak masa Negara Kota (Polis/Politea) di Yunani kuno, politik dan uang itu selalu bergandengan tangan. Sejak dipergunakan secara luas sebagai alat tukar dalam peradaban modern, uang adalah tiket politik yang efektif. Digunakan dengan cerdas, ia bisa menjadi ongkos bagi seseorang untuk memperoleh kekuasaan atau jabatan politik/publik tertentu, semisal gubernur atau wakil gubernur.

    Hal itu juga berlaku untuk konteks politik lokal skala regional, seperti Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur, yang pemungutan suaranya digelar pada 23 Juli 2008. Ketika uang yang bicara dan digunakan sebagai tiket politik dalam arena pilkada, publik yang kritis akan mempersoalkan bagaimana cara uang itu diperoleh, dari mana asal-usulnya, dan untuk keperluan apa saja dibelanjakan.
    (more…)