siwah.com

Tag: pemilu

  • Capreskan Suryadharma, Ini Strategi PPP

    Suryadharma Ali | KOMPAS/Totok Wijayanto

    JAKARTA, KOMPAS.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menetapkan Ketua Umumnya, Suryadharma Ali, sebagai calon presiden. Untuk mengusung Suryadharma, PPP akan mengomandoi koalisi yang berbasis partai Islam.

    “Mengingat kebutuhan koalisi dalam rangka persyaratan pencalonan presiden 2014, majelis-majelis bersepakat agar DPP PPP mengambil prakarsa untuk mengintensifkan silaturahim di antara sesama partai politik berbasis Islam,” ujar Sekretaris Jenderal PPP M Romahurmuzy di Jakarta. Selasa (1/10/2013).
    (more…)

  • Dua Partai Politik Fenomal Nasional dan Lokal: Partai Demokrat dan Partai Aceh Jelang Pesta Demokrasi PILEG 2014 Diambang Pinto Aceh

    Mempertahankan kemenangan jauh lebih sulit daripada meraih kemenangan itu sendiri, didalam segala bidang mempertahankan prestasi dan predikat juara dibutuhkan konsistensi dan daya juang yang tinggi serta mental juara. Begitupula didalam bidang politik partai lokal yang saat ini mendominasi kursi di DPRA dan DPRK propinsi Aceh yaitu Partai Aceh menjelang pesta demokrasi Pileg 2014 tentu tidak mau dipencundangi oleh partai lokal lain yang pada pesta demokrasi tahun 2014 nanti hanya ada tiga partai lokal yang akan bertarung yaitu Partai Damai Aceh (PDA), serta partai pendatang baru yaitu Partai Nasional Aceh (PNA) dan Partai Aceh. Serta partai nasional yang akan bersaing diambang pinto Aceh yaitu, Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai PPP, Partai PDIP, Partai Hanura, Partai PAN,Partai PKB,Partai Gerindra,Partai PBB,Partai PKS,Partai PKPI,serta Partai NASDEM.

    (more…)

  • Politikus Tebar Pesona di Media Sosial

    TEMPO.CO, Jakarta – Politikus juga memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi, menarik simpati, dan membangun citra sekaligus popularitas dalam momen Ramadan. Ketua Umum Partai Golongan Karya yang juga calon presiden dari partai tersebut, Aburizal Bakrie, sering menyapa calon pemilihnya lewat akun Twitter@aburizalbakrie. Pemilik akun berpengikut 180 ribuan orang ini rajin pula memasang aktivitas berbuka puasa yang dilakukannya di pelbagai tempat.

    (more…)

  • Partai Politik Belum Siap

    Jakarta, Kompas – Penyelenggaraan pemilihan umum legislatif dan pemilihan umum presiden secara serentak diperkirakan sulit dilaksanakan tahun 2014. Selain terganjal masalah periodisasi jabatan presiden, sejumlah partai politik belum siap. Pemilu serentak idealnya diselenggarakan pada tahun 2019.

    Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR dari Fraksi Partai Golkar, Taufiq Hidayat, Kamis (20/9), mengemukakan, ide pemilu serentak memang baik. ”Tetapi, problem kalau dilaksanakan tahun 2014,” katanya. (more…)

  • Mencari Dukungan dan Suara Lewat Media

    Prabowo Subianto, Minggu (19/8), berjalan meninggalkan Istana Negara menuju halaman samping bangunan bersejarah tersebut. Bersama para pejabat dan sejumlah pemimpin teras sejumlah partai politik, ia baru saja selesai bersilaturahim dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarga dalam rangka Idul Fitri 1433 Hijriah.

    Pertanyaan diajukan kepada Prabowo yang memakai setelan jas abu-abu, berbeda dengan pencitraannya di media. ”Bapak akhir-akhir ini selalu populer dalam survei. Tanggapan Bapak?” tanya wartawan. Prabowo terdiam lalu menjawab, ”Kalau didukung pers, pasti menang,” ujar Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra itu sambil memegang pundak wartawan yang bertanya.

    (more…)

  • Akrobatik Golkar Aceh di Pemilu 2014

    Aryos Nivada

    Satu tahun lagi seluruh partai nasional mampu lokal mempersiapkan diri sebelum menuju pemilu 2014, jikalau hitung tahun di 2013. Menjadi pemenang sebagai target politik meraih kekuasaan di ranah legislatif. Salah satu partai yang tertarik dianalisis yakni Partai Golongan Karya (Golkar).

    Ketika mengetahui rekam jejak di pentas perpolitikan sudah malang melintang, bahkan kepiawaian merajut kekuasaan hingga sampai saat ini masih diperhitungkan lawan politiknya. Bisa dibilang Golkar di atas rata-rata partai lain dari segi politisi, manajemen kepartaiannya, strategi politiknya, kalkulasi kekuatan, dll.
    (more…)

  • Akbar: Ical-Dahlan Iskan, Nanti Dulu

    VIVAnews – Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar, Akbar Tandjung, menilai masih terlalu dini untuk menyebut nama Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan sebagai calon wakil presiden untuk Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Masih butuh waktu untuk menilai Dahlan Iskan.

    “Saya kira terlalu cepat menilai seorang menteri itu dikatakan berhasil,” kata Akbar Tanjung usai menghadiri acara ‘Mengenang Humor Gus Dur’ di kediaman Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Selasa dini hari 3 Januari 2012.

    Menurut Akbar, sekalipun Dahlan Iskan sungguh-sungguh melaksanakan tugasnya sebagai menteri, penilaian keberhasilannya belum bisa dinilai sekarang. “Untuk dikatakan sudah berhasil tentu butuh waktu,” ujar mantan Ketua DPR ini.

    Akbar menegaskan, Golkar sendiri belum ada pembicaraan internal untuk mencari pasangan Aburizal Bakrie. Tetapi analisa nama-nama yang akan digandeng dengan Aburizal sudah dilakukan.

    “Itu sudah ada dan itu bisa saja. Tapi belum ada pembicaraan resmi dari Golkar,” ujar mantan Ketua Umum Partai Golkar ini. Golkar saat ini masih fokus pada konsolidasi daerah berdasarkan amanat Musyawaran Nasional dan Rapat Pimpinan Nasional.

    “Golkar fokus mempersiapkan menghadapi pemilu legislatif 2014, agar bisa meraih suara sebagaimana diamanatkan Rapimnas, yakni 30 persen suara,” kata Akbar.

    Nama Dahlan Iskan semakin populer setelah menjadi Dirut PLN. Bahkan setelah menjadi Menteri Negara BUMN, Dahlan kerap melakukan kegiatan yang nyaris tak pernah dilakukan anggota kabinet lainnya, seperti mendadak naik kereta listrik. (ren)

    Source : Vivanews.com

  • Tidak Ada Tiket Gratis untuk Calon dari PDI-P

    Bandung, Kompas – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tidak mungkin memberi tiket gratis kepada calon yang akan diusung dalam Pemilihan Umum Presiden 2014. PDI-P akan menerapkan indikator jelas, terutama kesesuaian dengan visi dan misi partai, jika harus mengusung orang dari luar partai.

    Demikian disampaikan Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antarlembaga Negara PDI-P Puan Maharani seusai penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI-P di Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/12).

    Salah satu rekomendasi Rakernas I PDI-P yang dimulai sejak Senin lalu adalah menyerahkan pencalonan presiden dan wakil presiden yang akan diusung di Pemilu 2014 kepada ketua umum partai, yaitu Megawati Soekarnoputri.

    Penyerahan pencalonan presiden dan wakil presiden kepada ketua umum ini didasarkan pada hasil Kongres III PDI-P tahun 2010. Keputusan kongres itu berbeda dengan Kongres I tahun 2000 di Semarang dan Kongres II tahun 2005 di Bali yang secara tegas menyatakan, ketua umum terpilih menjadi calon presiden. Keputusan Kongres I dan II PDI-P itu yang membuat Megawati mengikuti Pemilu Presiden 2004 dan 2009.

    Masalah calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung berikut mekanismenya, menurut Puan, merupakan urusan internal setiap partai. Jika PDI-P mengusung orang dari luar partai, ada indikatornya. ”Jika tidak memiliki indikator yang jelas, tiket PDI-P hanya menjadi batu loncatan,” ucap Puan.

    Sebagai kader partai, Puan menyatakan siap ditempatkan di mana saja. ”Saya menunggu apa yang akan diperintahkan dan diputuskan ketua umum,” ujar Puan yang juga anak Megawati itu.

    Sekretaris Jenderal PDI-P Tjahjo Kumolo menegaskan, konsentrasi partai adalah memperkuat sistem. Jika sistem kuat, diyakini siapa pun yang diusung akan menang. PDI-P juga serius menyiapkan mekanisme Pemilu 2014 agar dapat berlangsung jujur dan demokratis.

    Ganjar Pranowo, Wakil Ketua Komisi II DPR dari PDI-P, menambahkan, untuk meningkatkan demokratisasi di internal partai dan kualitas calon anggota legislatif, PDI-P akan menyusun daftar calon sementara anggota legislatif pada 2012. (NWO)

    Source : Kompas.com

  • “E-voting” Versi Baru Diuji Coba

    Jakarta, Kompas – Pengembangan sistem elektronik untuk pemungutan dan penghitungan suara (electronic voting) sampai ke tahap keempat, seiring dengan terciptanya versi 1.0. E-voting versi baru ini akan diterapkan pada pemilihan Ketua Ikatan Alumni ITB pada awal Desember.

    Demikian disampaikan Andrari Grahitandaru, Kepala Program E-Voting Pusat Teknologi Informasi dan Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Selasa (22/11). Pelaksanaan uji petik sistem itu dilakukan seusai kampanye calon ketua Ikatan Alumni ITB di Jakarta.

    Uji petik e-voting versi 1.0, menurut Nani Hendriati selaku panitia pemilihan Ketua Ikatan Alumni ITB, dilaksanakan seusai kampanye lima kandidat. Ada sekitar 400 orang yang memberikan suara pada pengujian itu. Pemberian suara dilakukan pada sistem e-voting, yang prosesnya mirip transfer dana pada mesin ATM.

    Sistem e-voting yang mulai dikembangkan tahun 2000 mengalami beberapa kali pengembangan, terutama dari segi pengamanan, baik pada proses pemungutan suara, pengiriman hasil, maupun perhitungan suara.

    Pada versi baru, lanjut Andrari, sukses dikembangkan sistem pengamanan dengan menerapkan free token yang menghasilkan kunci khusus untuk suara yang masuk. Oleh karena itu, sistem pengaman ini juga dapat digunakan untuk pembuktian dalam pemungutan suara.

    Perangkat e-voting ini akan terus ditingkatkan hingga ke tingkat keandalan tinggi untuk diterapkan pada pemilihan umum tahun 2014. E-voting menghemat biaya, lebih cepat menghitung suara, aman dari manipulasi, serta mudah dalam proses pemungutan suara dan audit prosesnya. (YUN)

    Source : Kompas.com

  • Aburizal: Golkar Belum Tentukan Calon

    Bangkok, Kompas – Partai Golkar belum menentukan sikap terkait calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung pada Pemilihan Umum 2014. ”Kami belum bicara soal calon presiden dan calon wakil presiden,” kata Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie seusai bertemu Parlemen Thailand di Bangkok, Rabu (23/11), seperti dilaporkan wartawan Kompas Anita Yossihara.

    Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lalu Mara menambahkan, Partai Golkar memang tidak bisa menolak adanya aspirasi dari daerah yang mengusulkan agar Aburizal diusung menjadi calon presiden. Namun, hingga saat ini, Partai Golkar belum membicarakan masalah pengusungan calon presiden, apalagi calon wakil presiden.

    Menurut Aburizal, seperti disampaikan kepada Lalu Mara, sesuai hasil rapat pimpinan nasional (rapimnas), tahun pertama kepemimpinan akan difokuskan untuk konsolidasi partai. Tahun kedua difokuskan untuk kaderisasi, dan tahun ketiga fokus pada karya-kekaryaan. Menurut Lalu Mara, saat ini masih terlalu dini membicarakan masalah bursa pencalonan presiden.

    Terkait pernyataan Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso tentang peluang pencalonan Aburizal bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Pramono Edhie, Lalu Mara menilai hal itu sebagai pendapat pribadi, bukan pernyataan resmi dari Partai Golkar.

    Menurut dia, keputusan yang diambil Partai Golkar harus berdasarkan kesepakatan bersama, baik dalam rapat pleno pengurus harian maupun rapimnas. ”Golkar dalam menyampaikan sikap apa pun pasti melalui rapat pleno pengurus harian dan rapimnas. Kalau bukan keputusan rapat pleno atau rapimnas, saya kira statement pribadi,” ujarnya.

    Hal senada diungkapkan Ketua Bidang Informasi dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar Fuad Hasan Masyhur. Menurut dia, rapat pleno dan rapimnas belum memutuskan sikap partai untuk menghadapi Pemilu Presiden 2014.

    Golkar akan melakukan survei terkait popularitas dan tingkat keterpilihan sebelum menetapkan calon.

    Nama Pramono Edhi sebetulnya bergulir dari daerah saat Dewan Pimpinan Daerah Golkar tingkat provinsi menggelar pertemuan di Balikpapan, Kalimantan Timur, 14-16 Oktober silam.

    Source : Kompas.com