Potensi Partai Terpecah
Jakarta, Kompas – Partai politik Islam sulit menjadi pemenang. Sejak pemilu tahun 1955 sampai 2009, partai Islam tidak bisa meraih suara terbanyak. Penyebabnya antara lain karena potensi kekuatan Islam terpecah dalam banyak partai. Menurut Direktur Eksekutif The Wahid Institute Rumadi, Selasa (10/5), perpecahan itu terjadi bukan hanya dalam lingkup besar, melainkan juga dari lingkup basis... Read More
Demokrasi dan Oligarki
Semenjak Aristoteles (384-322 SM) membahas demokrasi (pemerintahan oleh orang banyak) dan oligarki (pemerintahan oleh segelintir orang), beragam kajian telah dilakukan tentang bagaimana demokrasi kerap dibajak oleh oligarki. Orang awam di negara mana pun dan di bawah sistem pemerintahan negara apa pun (kapitalis, komunis, sosialis, Buddhis, Islamis, Kristenis, bahkan Ateis) paham bahwa di balik ungkapan ”kerakyatan”,... Read More
Kebebasan dalam Demokrasi
Bayangkan pemilihan umum dilaksanakan secara bebas dan jujur, dan mereka yang terpilih adalah kaum rasis, fasis, separatis.” (Diplomat AS, Richard Holbrooke tentang Yugoslavia, tahun 1990-an). Demokrasi, harus diakui, merupakan salah satu pencapaian terbaik umat manusia. Lewat sistem ini, rakyat di suatu negara dapat menentukan sendiri orang yang akan menjadi pemimpin mereka, menentukan sendiri orang yang... Read More
Sayap Agama Bisa Tingkatkan Suara
Jakarta, Kompas – Seluruh partai politik besar yang berideologi nasionalis kini memiliki organisasi sayap yang bersifat keagamaan. Selain efektif untuk meningkatkan suara, keberadaan sayap itu untuk meningkatkan soliditas dan citra partai. Saat ini Partai Demokrat memiliki Ikhwanul Muballighin sebagai organisasi sayap yang bersifat keagamaan. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pada tahun 2007 mendirikan Baitul Muslimin.... Read More
Paradoks Politik Agama
Kecenderungan yang terus menurun dari pencapaian suara partai politik berbaju agama pada era reformasi menjadi penanda semakin meredupnya pesona dari partai agama di hadapan konstituen politik di Indonesia. Seperti dilaporkan Kompas (9/5), dibandingkan dengan pemilu demokratis pertama tahun 1955, suara partai politik berbasis agama ini cenderung menurun dan untuk partai Islam cenderung stagnan. Apakah fenomena... Read More
Suara Partai Berbasis Agama Turun
Jakarta, Kompas – Partai politik berbasis agama bermunculan sejak era reformasi. Namun, fakta menunjukkan, perolehan suara parpol berbasis agama itu cenderung menurun, bahkan jika dibandingkan dengan Pemilihan Umum 1955. Namun, secara kumulatif perolehan suara dari partai berbasis umat Islam cenderung stagnan. Pada Pemilu 1955, Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) meraih 20,9 persen suara dan... Read More
Sejarah Penentangan Ideologi Negara
Gerakan ideologis bernuansa agama yang dilakukan dengan cara-cara kekerasan ini bukan peristiwa baru dalam sejarah bangsa Indonesia. Setelah kemerdekaan tahun 1945, di Indonesia berkembang tiga ideologi besar, yaitu nasionalisme, Islam, dan komunisme. Sejarah mencatat, pada 1948 Partai Komunis Indonesia (PKI) pernah memberontak terhadap pemerintahan Soekarno. Hal yang sama dilakukan lagi oleh PKI pada 1965, dikenal... Read More
Priyo: Masih Simpang Siur Soal Partai Nasdem
VIVAnews – Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan, partainya tidak mencemaskan organisasi massa Nasional Demokrat menjadi partai baru. “”Karena Nasdem yang ormas itu kan didukung oleh berbagai elemen tokoh-tokoh partai yang tidak hanya Golkar,” ujar Priyo di Jakarta, 7 Mei 2011. Menurut Priyo, pendaftaran Partai Nasdem untuk ikut verifikasi partai politik pun masih... Read More
Golkar Tak Khawatir Partai Baru
VIVAnews – Munculnya partai-partai baru yang akan ikut bertarung pada Pemilu 2014 ditanggapi dingin oleh Partai Golkar. Partai berlambang Pohon Beringin itu tidak khawatir dengan munculnya partai baru. “Boleh saja. Karena orang kan masing-masing punya suatu pikiran. Kami harus ambil sisi positifnya, mereka ingin berbakti pada negara dengan cara mereka,” kata Ketua Umum Partai Golkar,... Read More
Bahaya, Pejabat Gunakan Domain Gratisan!
JAKARTA, KOMPAS.com – Di era masyarakat modern saat ini, memiliki akun e-mail menjadi sebuah keharusan. Kemajuan teknologi memudahkan orang untuk saling berkomunikasi tanpa batas. Akan tetapi, ada hal yang perlu diwaspadai, terutama oleh para pejabat publik. Para pejabat negara diminta untuk peduli dengan keamanan menggunakan sejumlah fasilitas yang tersedia di dunia maya. Salah satunya penggunaan... Read More