Gara-gara Mr. A, Kedekatan Akbar-Anas Disorot

VIVAnews – Kedekatan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung, dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mendapat sorotan tajam dalam dua pekan ini. Hal ini menyusul kisruh internal Partai Demokrat dan beredarnya SMS yang mengatasnamakan Nazaruddin, Bendahara Umum Partai Demokrat yang baru dipecat.

Isu ini mencuat sejak Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, melontarkan isu ada ‘Mr. A’ yang berada di balik penyebaran SMS itu dan telah mengobok-obok Partai Demokrat.

Isu itu langsung ditanggapi serius oleh Akbar. “Yang bersangkutan (Ramadhan Pohan) harus menjelaskan ke publik biar tidak terjadi kontroversi,” kata Akbar kepada VIVAnews.com, Sabtu, 4 Juni 2011.

Sebelum berkecimpung di partai politik, Akbar menjelaskan dia dan Anas memang pernah sama-sama aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Keduanya sama-sama pernah menduduki posisi puncak, sebagai Ketua Umum PB HMI. Akbar pada periode 1972-1974, sedangkan Anas 1997-1999.

“Anas memang junior saya. Tapi periodenya saat di HMI sangat jauh,” ujar Akbar.

Akbar menjelaskan, setelah menjadi Ketua Partai Demokrat, dia sudah tidak lagi bertemu empat mata dengan Anas. “Seingat saya, belum pernah bertemu dengan Anas secara khusus. Saya sering bertemu dengan Anas di tempat umum seperti acara pernikahan,” ujarnya.

Hanya saja, Akbar mengakui pernah menelepon Anas saat muncul kabar menajamnya friksi di Partai Demokrat. Saat itu, Akbar mengaku hanya sebatas menanyakan kabar.

“Bagaimana kabar kamu Nas, baik, baik saja, kan? Jawab Anas, ‘Baik, Bang.’ Yang sabar, ya, memang dalam politik seperti itu. Abang juga pernah mengalami seperti itu,” kata Akbar.

Akbar menambahkan, pembicaraan itu merupakan nasihat darinya sebagai seorang senior kepada juniornya. “Di dalam hidup ini, selalu akan mendapat cobaan, apalagi di dalam dunia politik. Kuatkan saja ya Nas,” Akbar berpesan.

Setelah masuk dunia politik tahun 2005, karier Anas memang langsung meroket. Dia langsung menjadi pengurus DPP Partai Demokrat. Kemudian, saat mengikuti pemilu legislatif tahun 2009, ia terpilih menjadi Anggota DPR, dan lalu menjadi Ketua Fraksi Partai Demokrat.

Karier Anas tidak berhenti sampai di situ. Pada Kongres Partai Demokrat tahun 2010, secara mengejutkan dia terpilih menjadi Ketua Umum, meski tak direstui Presiden SBY. Dia mengalahkan lawan-lawannya, Marzuki Alie dan Andi Mallaranggeng. (kd)

Source : Vivanews.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply