Jelang Pemilu 2009: Pangdam Akui Ada Intimidasi

* Prajurit TNI Berpolitik Dicopot

MEULABOH – Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda, Mayjen TNI Soenarko mengakui adanya intimidasi oleh partai-partai tertentu menghadapi Pemilu 2009. Tujuannya adalah memaksakan kehendak agar mendukung partai politik atau calon dari partai politik tertentu yang akan diusung ke lembaga legislatif. “Namun sejauh ini (intimidasi) masih dalam tahap yang wajar dan belum mengkhawatirkan,” kata Soenarko. Pernyataan itu disampaikan Pangdam Iskandar Muda menjawab wartawan, Jumat (8/8) malam seusai menghadiri acara silaturahmi di Aula Setdakab Aceh Barat di Meulaboh. “Terhadap intimidasi ini, saya dapat informasinya ada, tapi masih dalam batas-batas yang belum mengkhawatirkanlah,” ujarnya sambil tersenyum.

Terhadap persoalan tersebut, Pangdam Soenarko mengaku sudah berbicara langsung dengan Gubernur Irwandi Yusuf. Menurut Pangdam, yang melakukan tindak intimidasi merupakan oknum tertentu yang membawa nama partai namun dengan koordinasi yang dibangun diharapkan kekeliruan yang selama ini terjadi bisa kembali menyatu dengan baik.

Ditanyai di kawasan mana saja di Aceh yang ada tindakan intimidasi oleh oknum tertentu, menurut Pangdam terjadi hampir di seluruh Aceh namun ia enggan menyebutkan kawasan mana saja yang paling sering terjadi, apakah di kawasan pantai timur atau wilayah barat Aceh. “Pokoknya secara umumlah, dan semuanya sama saja,” katanya singkat.

Pihaknya menyatakan jika ada pihak-pihak yang melakukan intimidasi terhadap masyarakat dalam rangka menghadapi Pemilu 2009, maka akan dilakukan penangkapan dan diserahkan kepada polisi atau diberitahukan langsung kepada polisi guna ditangkap.

Pangdam Soenarko mengharapkan pelaksanaan Pemilu 2009 berjalan lancar dan sesuai aturan. Kepada seluruh kontestan pemilu supaya dapat menerima kemenangan dan kekalahan secara positif dan bisa menerima aspirasi yang telah disampaikan oleh masyarakat.

Terhadap kesiapan prajurit TNI guna memberikan pengamanan di Aceh dalamrangka Pemilu 2009, Pangdam Soenarko menyatakan hingga kini telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk pihak kepolisian guna berbagi informasi. Pihak Kodam Iskandar Muda juga telah menyiapkan pasukan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Pangdam Iskandar Muda juga menegaskan, jika ada prajurit TNI yang berpolitik atau terlibat dalam partai politik, supaya dilaporkan kepada dirinya guna dilakukan pencopotan.

8.000 personel

Dari Banda Aceh dilaporkan, Kapolda Aceh Irjen Pol Rismawan menyatakan pihaknya akan mengerahkan 8.000 lebih personel untuk mengamankan Pemilu 2009. Semua unsur kepolisian di tingkat kabupaten telah diberitahukan tentang pengamanan ini.

“Kita telah kumpulkan semua Kapolres, Kasat Intel, Kasat Serse, dan masyarakat untuk mengamankan Pemilu 2009,” ujarnya di sela-sela peresmian gedung baru Dealer Toyota Cabang Banda Aceh, Sabtu kemarin.

Masih terkait dengan pengamanan Pemilu 2009, pihak kepolisian juga sudah melaksanakan rapat dengan Komisi Independen Pemilihan (KIP). Selain itu, direncanakan membentuk Penegakan Hukum Terpadu (Kakumdu) bersama dengan jaksa dan pengadilan. Tugasnya untuk menindaklanjuti pelanggaran pemilu yang diserahkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Pelanggaran yang terjadi menjelang pemilu, sebut Kapolda Aceh, hanya sebatas masalah kampanye. Ini berkaitan dengan tempat kampanye yang berbeda dengan ketentuan. “Tapi untuk saat ini pelanggaran seperti itu belum ada,” ujarnya.(di/h)

Source : Serambi Indonesia

Leave a Reply