Home > Education > Political Marketing > Partai Politik Baru Berat

Rapat Koordinasi Partai Nasional Republik

Jakarta, Kompas – Wacana penyederhanaan partai politik seperti dengan menaikkan ambang batas parlemen menjadi tantangan utama sejumlah partai politik baru untuk memasuki parlemen lewat Pemilihan Umum 2014.

Tantangan lain adalah bagaimana menjawab kebutuhan masyarakat terhadap aktor dan agen politik baru yang mampu mengubah suasana politik saat ini.

Dua pendorong

Airlangga Pribadi, pengajar Ilmu Politik dari Universitas Airlangga, Sabtu (23/4) saat dihubungi dari Jakarta, menduga ada dua penyebab yang mendorong munculnya partai baru tersebut. Pertama, rasa penasaran sejumlah penggagasnya terhadap persaingan di politik Indonesia. Kedua, sebagai sarana mengumpulkan massa yang kemudian akan dipakai untuk transaksi politik tertentu.

Saat ini sejumlah parpol baru telah muncul dengan salah satu tujuan mengikuti Pemilu 2014. Mereka antara lain Partai Nasional Republik, yang antara lain digagas anak mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra. Pada Jumat (22/4) di Jakarta parpol ini telah menggelar rapat koordinasi nasional pertama.

Parpol lain yang muncul adalah Partai Persatuan Nasional (PPN), yang merupakan gabungan 10 parpol yang tidak lolos ambang batas parlemen pada Pemilu 2009. Kesepuluh parpol itu adalah Partai Demokrasi Pembaruan, Partai Persatuan Daerah, Partai Matahari Bangsa, Partai Patriot, Partai Pelopor, Partai Nasional Banteng Kemerdekaan, Partai Islam Sejahtera, Partai Penegak Demokrasi Indonesia, Partai Kasih Demokrasi Indonesia, dan Partai Pemuda Indonesia.

Harapan

Untuk dapat bersaing dengan parpol lama yang telah eksis, menurut Airlangga, sejumlah parpol baru itu harus dapat menyebarkan harapan, yang antara lain dimunculkan lewat program dan tokoh yang mampu menarik masyarakat.

Namun, dia melihat, sejumlah parpol baru tersebut masih cenderung elitis. ”Saya belum melihat parpol baru yang muncul mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam upaya semakin menyehatkan iklim politik nasional,” tutur Airlangga.

Tommy Legowo dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia menuturkan, jika dilihat dari pendirinya, parpol baru yang sekarang muncul belum banyak memberi alternatif pilihan kepada rakyat. Padahal, kehadiran parpol baru sebenarnya dibutuhkan sebagai penantang parpol lama.

Tommy ingatkan

Tommy Legowo juga mengingatkan, dengan ambang batas parlemen 2,5 persen seperti pada Pemilu 2009, hanya sembilan parpol yang lolos di DPR. Jika ambang batas dinaikkan menjadi sekitar 3 persen pada Pemilu 2014, diperkirakan hanya ada tujuh parpol yang dapat masuk parlemen. Kondisi ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi parpol baru. (NWO)

Source : Kompas.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

You may also like
Pemilu Turki, Pengamat: Partai atau Caleg yang Bagi-bagi Sembako dan Politik Uang Tak Dipilih Rakyat
Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, dan Sederet Opsi Penentu Kemenangan Pilpres
Jajak Pendapat Litbang “Kompas” : Pemilih Muda Lebih Kritis Memandang Kinerja Parlemen
Muhaimin Iskandar dan Jejak Lihai Sang Penantang Politik

Leave a Reply