Rakyat AS Menentukan Masa Depan

Washington DC, SELASA – Jutaan rakyat Amerika Serikat berbondong-bondong menuju ke tempat-tempat pemungutan suara, Selasa (6/11). Mereka akan memilih presiden AS, anggota DPR AS, dan sepertiga anggota Senat AS, yang semuanya akan menentukan masa depan negara adidaya tersebut.

Tempat-tempat pemungutan suara mulai dibuka di negara-negara bagian di Pantai Timur AS pada pukul 06.00 waktu setempat (18.00 WIB). Namun, dalam sebuah tradisi rutin, tempat pemungutan suara di Desa Dixville Notch, Negara Bagian New Hampshire, langsung dibuka selepas tengah malam dan penghitungan suara langsung dilakukan.

Dari total 10 pemilih yang menggunakan hak pilih di Dixville Notch, lima orang memilih calon petahana Barack Obama dan lima orang lagi memilih calon presiden (capres) dari Partai Republik, Mitt Romney. Meski hasil pemilu presiden (pilpres) di desa itu tak akan berpengaruh besar terhadap hasil pemilu secara nasional, angka seri itu seolah melambangkan persaingan ketat di antara kedua kandidat dalam pilpres kali ini.

Hari pemungutan suara menjadi pengujung pertempuran sengit Obama-Romney selama berbulan-bulan masa kampanye. Obama mengakhiri kampanye di Des Moines, Iowa, Senin malam, dan menghabiskan hari pemilu di rumahnya di Chicago, Illinois.

Sementara Romney, setelah menggunakan hak pilihnya bersama istrinya, Ann, di dekat rumah mereka di Belmont, Massachusetts, Selasa pagi, langsung berangkat ke Cleveland, Ohio, dan Pittsburgh, Pennsylvania, untuk menggelar kampanye terakhir. Langkah Romney ini melanggar tradisi karena biasanya para capres sudah tak berkampanye lagi pada hari pemungutan suara.

Pilihan kontras

Sejumlah jajak pendapat terbaru masih menunjukkan bahwa kedua capres mendapat dukungan relatif sama kuat di tingkat nasional. Meski demikian, Obama memiliki keunggulan tipis, terutama di negara-negara bagian penentu kemenangan.

Jajak pendapat NBC/Wall Street Journal menunjukkan Obama didukung 48 persen pemilih, sementara Romney 47 persen. Jajak pendapat Pew Research Center menempatkan Obama unggul tiga poin persentase dibandingkan Romney, yakni 48 persen banding 45 persen. Sementara jajak pendapat Washington Post/ABC News menyebut Obama memimpin dengan 50 persen dukungan dan Romney dengan 47 persen.

Pilpres AS kali ini dipandang lebih dari sekadar menentukan siapa yang akan memimpin negara adidaya itu empat tahun ke depan. Pemilu ini juga akan menentukan arah jalan yang diambil AS di masa depan karena kedua capres menawarkan visi dan program yang sangat kontras.

Romney menawarkan jalan kapitalisme pasar bebas dengan pemotongan pajak dan pengurangan peran pemerintah sebesar-besarnya. Sebaliknya, Obama menawarkan jalan yang dianggap lebih sosialis, dengan program jaring pengaman sosial, regulasi ketat pasar finansial, dan kenaikan pajak bagi orang-orang terkaya negeri itu.

”Ini bukan sekadar memilih di antara dua kandidat atau dua partai, melainkan memilih satu di antara dua visi,” kata Obama dalam kampanye di Wisconsin, Senin. (AP/AFP/Reuters/DHF)

Source : Kompas.com

Leave a Reply