Ratusan kader PPRN akan kumpul di Banda Aceh

BANDA ACEH –  Sedikitnya 100 kader Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) dari 22 kabupaten/kota di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) akan kumpul di Kota Banda Aceh untuk melaksanakan konsolidasi partai sekaligus persiapan menjelang pelaksanaan Pemilu 2009.

“Sebagai partai baru peserta Pemilu 2009, kami terus melakukan berbagai hal dan strategi untuk meraih suara terbanyak pada pelaksanaan pesta demokrasi mendatang,” kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPRN NAD, Nazier A Ganie, di Banda Aceh, Selasa.

PPRN memanfaatkan masa kampanye terbatas yang telah sepekan dimulai itu salah satunya melalui konsolidasi antar kader.

“Konsolidasi pada 30 Juli 2008 di kota Banda Aceh nantinya akan kami manfaatkan sebagai forum silaturrahmi sesama kader di daerah-daerah,” katanya.

Dijelaskan, konsolidasi tersebut dijadwalkan akan dihadiri Wakil Sekjen DPP PPRN yakni Risyad Napipitulu.

Dia menyatakan optimistis partainya akan meraih suara baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional pada pemilu legislatif 2009.

“Kami juga akan membicarakan rencana penyusunan calon legislatif dari partai,” kata dia.

“Kehadiran enam partai lokal khusus di Aceh merupakan warna sendiri bagi perkembangan politik di tanah air. Kami menjadikan partai politik baik berbasis lokal maupun nasional sebagai sahabat yang siap bersanding,” ujarnya.

Disebutkannya, selain sebanyak kantor DPD di kabupaten/kota, PPRN juga telah memiliki sedikitnya 172 DPC (tingkat kecamatan) di provinsi ujung paling barat Indonesia ini.

PPRN merupakan partai politik yang terus berjuang bagi perbaikan nasib bangsa ke arah lebih baik pada masa mendatang. “kami tidak menjual janji atau karya bicara, tetapi karya nyata untuk menuju masyarakat Indonesia yang makmur,” tambahnya.

Nazier A Gani, menjelaskan partainya juga siap bekerja sama dengan partai lokal untuk bersama-sama meraih kemajuan dan kemakmuran khususnya masyarakat di provinsi berpenduduk sekitar 4,2 juta jiwa ini.(fra/ann)

Source : Harian Waspada

Leave a Reply