Satu Partai tak Daftarkan Caleg

BANDA ACEH – Dari 44 partai politik berbasis nasional dan lokal yang terdaftar di Aceh, satu di antaranya, yakni Partai Persatuan Indonesia Baru (PIB) tidak dapat ikut Pemilu legislatif di Aceh karena hingga berakhirnya masa pendaftaraan, pukul 00.00 WIB, Selasa (20/8) partai tersebut tidak memasukkan daftar calegnya. Ketua Kelompok Kerja Pencalonan KIP Aceh, Yarwin Adidharma, mengatakan hingga batas waktu yang telah ditentukan, PIB tidak datang mendaftarkan calegnya ke KIP.

“Kita perkirakan mereka tidak punya pengurus di Aceh,” kata Yarwin kepada Serambi, tadi malam. Seperti diprediksi, banyak partai yang datang mengantarkan berkasnya pada saat-saat pendaftaran ditutup. Kondisi ini tampak dari pantauan Serambi di Sekretariat KIP Aceh. Gelombang pendaftaran diawali PKPI.

Partai ini mendaftarkan caleg sebanyak 54 orang. Berkas caleg tersebut diserahkan Ketua DPW PKPI Firmandez yang mencalonkan diri di DP 4 bersama Sekretaris partai, Andri Agung. Andri menyebutkan, semua caleg itu didaftarkan di 8 DP. “Sekitar 60 caleg yang kita ajukan berasal dari luar partai,” kata Andri yang juga mencalonkan diri di DP 7. Dia menyebutkan, PKPI akan menggunakan sistem suara terbanyak dalam penentuan caleg terpilih.

Setelah KIP menerima PKPI, giliran Partai Hanura mendaftar. Partai itu menyerahkan 33 caleg di 8 DP yang berasal dari luar dan dalam partai. Penyerahan berkas caleg dipimpin Ketua DPW Hanura, Hj Rozaili. Partai Hanura merupakan partai ke-13 yang mendaftar. Sebelumnya, pada sore hari, KIP sudah menerima beberapa partai lainnya. Yakni, Partai Pelopor yang merupakan partai pertama yang mendaftar, sekitar dua hari sebelum penutupan. Kemudian disusul Partai Damai Sejahtera, Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Bintang Reformasi (PBR), Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme, Partai Republika Nusantara, Barisan Nasional, Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP), Partai Buruh dan Partai Rakyat Aceh (PRA).

PRA mendaftarkan calegnya sekitar pukul 15.30 WIB yang dipimpin Sekjen PRA, Thamrin Ananda. PRA mendaftarkan 34 caleg di delapan DP. “Sebanyak 30 persen adalah perempuan,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu PRA, Rahmat Djailani.

Kedatangan massa

Suasana Kantor KIP Aceh menjelang satu jam penutupan pendaftaran caleg tampak lebih sibuk dari biasanya. Terlihat hadir Ketua KIP Aceh, Abdul Salam Poroh, Pjs Sekretaris KIP, Nasir Zalba dan sejumlah anggota Pokja. KIP menyiagakan enam tim untuk menerima pengurus parpol yang mendaftarkan calegnya. “Semua tim dikoordinir oleh seorang anggota KIP,” kata Ketua Kelompok Kerja Pencalonan KIP Aceh,” Yarwin. Dia menyebutkan, pembagian tim tersebut dilakukan guna mengantisipasi terjadinya antrean parpol yang datang ke KIP menjelang akhir penutupan pendaftaran. Dia menegaskan, bila sampai batas waktu yang diberikan KIP, ada parpol yang tidak mendaftar calegnya, maka parpol bersangkutan dianggap tidak ikut Pemilu. “Berarti partai tersebut kita anggap tidak ada,” katanya. Setelah berkas diterima KIP, untuk selanjutnya berkas itu diverifikasi.

Sekitar pukul 21.45, Sekretariat KIP Aceh, kembali didatangi pengurus PKB, Partai Karya Perjuangan (PKP), PKNU. PKB mendaftarkan 20 caleg, sedangkan PKP mendaftar 6 caleg. Selanjutnya Partai Demokrasi Pembaruan mendaftar 9 caleg dan Partai Persatuan Nadlatul Ummah Indonesia (PPNI).

Sekitar pukul 22.33 WIB, giliran Partai Aceh (PA) yang mendatangai KIP. Partai Aceh membawa sekitar 30 orang, baik perempuan maupun laki-laki menggunakan berbagai kendaraan. Tampak di antara massa, Sekjen PA, Yahya Muaz, Juru Bicara KPA, Ibrahim bin Syamsuddin dan Abdullah Saleh.

Kepada Serambi, Ibrahim mengaku dirinya mencalonkan diri pada DP 5 dan Abdullah Saleh pada DP 3. Massa PA juga sempat berpose sesaat sebelum memasuki ruangan. Mereka juga membawa bendera partai berukuran besar dan memakai pakaian oblong seragam warna putih bertuliskan nama partai di lengan kanan. Delegasi PA diterima Ketua Pencalonan KIP Aceh, Yarwin Adidharma.

Juru Bicara Partai Aceh, Adnan Beuransah mengatakan, PA mendaftarkan 80 caleg terdiri dari 25 persen dari mantan kombatan GAM, selebihnya dari berbagai kalangan, seperti ulama, tokoh masyarakat, dan kalangan perempuan. Namun, PA hanya mampu memenuhi 20 persen keterwakilan perempaun.

Menurutnya, PA akan berusaha mencapai angka 30 persen saat perbaikan nanti. Adnan menyebutkan, dalam daftar caleg tersebut, tidak ada tokoh GAM seperti Malik Mahmud dan Muzakir Manaf yang dikenal sebagai ketua partai. “Sebagian besarnya adalah orang-orang muda,” kata Adnan yang mencalonkan diri pada DP 7.

Beberapa menit setelah kedatangan rombongan PA, giliran Partai Golkar datang ke KIP. Dalam rombongan ’Beringin” terlihat Sayed Fuad Zakaria, Husen Banta dan Sulaiman Abda. Kali ini Partai Golkar mendaftarkan 85 caleg di delapan DP dengan memenuhi 120 persen. Sayed Fuad mengatakan, Golkar akan menerapkan sistem suara terbanyak dalam menentukan caleg terpilih. “Itu sudah merupakan kebijakan partai,” katanya.

Sayed Fuad sendiri pada Pemilu kali ini mencalonkan diri untuk caleg di DPR RI. Sedangkan Husen Banta di DP 4 dan Sulaiman Abda di DP 1. Sementara itu, sampai pukul 23.30 kantor KPI mulai terus berdatangan pngurus parpol. Seperti halnya, PPP yang dipimpim Tgk Faisal Amin berserta belasan kader lainnya. Mereka mamakai pakaian kebesaran partai berwana hijau. Faisal menyebutkan, PPP mendaftarkan sebanyak 83 orang caleg di delapan DP. Selain itu, beberapa partai lainnya terus berdatangan seperti PAAS dan Partai SIRA yang mendaftarkan 63 caleg.

Pada saat partai SIRA mendaftar, kondisi Kantor KIP terlihat penuh sesak dengan pengurus partai, baik dalam ruangan penerimaan berkas maupun di ruang tunggu.

Menjelang saat-saat akhir pendaftaran, datang pula delegasi Partai PAN. Dalam rombongan ini terlihat Almanar. Setelah PAN disusul PKS yang dipimpin Ghufran Zainal Abidin. PKS mendaftarkan 83 caleg dengan jumlah maksimal 120 persen. Sedangkan yang paling akhir mendaftar adalah Partai Sarikat Indonesia.

Pendaftaran ganda

Dari Sekretariat KIP Banda Aceh diperoleh laporan terjadinya pendaftaran caleg ganda dari Partai Patriot. Sebelumnya, pada pukul 18.00 WIB, Partai Patriot yang diketuai Baihaki mendaftarkan berkas caleg ke KIP Kota Banda Aceh yang berlangsung di Aula Walikota. Namun pada pukul 23.41 WIB tadi malam, Fauzan Riza yang juga ketua partai tersebut, juga datang mendaftarkan caleg atas nama Ketua Partai Patriot.

Dalam pendaftaran ke KIP, keduanya mengantongi SK asli sebagai Ketua Partai Patriot. Menanggapi persoalan itu, Ketua Pokja Pencalonan Caleg KIP Kota Banda Aceh, Azhari Amin meminta agar Partai Patriot menyelesaikan masalah ini di internal partai. Setelah itu, katanya, DPW Partai Patriot harus mengeluarkan surat yang dikirim ke KIP dengan menyatakan partai bersangkutan harus memperjelas lebih dulu siapa yang menjadi ketua partai. “Selesaikan dulu di internal partai karena KIP tidak bisa mencampuri,” ujarnya.(sar/h)

Source : Serambi Indonesia