Hingga akhir kampanye, hanya ada tiga partai lokal yang terlihat memanfaatkan kesempatan rapat umum dan mobilisasi massa: Partai Aceh (PA), Partai SIRA, dan Partai Rakyat Aceh (PRA).
Sayang, dua partai lokal terbesar (PA dan SIRA) terlibat perseteruan negatif. PA dituduh menghalang-halangi kampanye SIRA. Kejadian terakhir adalah penghadangan massa SIRA oleh aktivis PA yang akan menghadiri kampanye di Lhokseumawe. Wakil Gubernur sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan Partai SIRA Muhammad Nazar menyatakan, ada kelompok yang sedang mengkhianati perdamaian Aceh; statement yang sebenarnya ditujukan kepada kelompok yang terus mengintimidasi SIRA (Kompas, 29/3).
(more…)