Jakarta, Kompas – Sekretariat Gabungan Partai Politik Pendukung Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diklaim semakin solid. Partai Golkar tidak akan berseberangan lagi dengan sikap koalisi. Perbedaan pandangan yang terjadi beberapa waktu lalu dinilai jadi pelajaran berharga.
”Kami sepakat untuk semakin solid. Masalah dulu merupakan pelajaran bagi koalisi,” kata Sekretaris Sekretariat Gabungan (Setgab) Partai Politik Pendukung Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Syarif Hasan, Kamis (17/3) di Kantor Presiden, sebelum mengikuti rapat kabinet.
Setgab terbentuk pada tahun lalu setelah DPR memutuskan, lewat voting, bahwa kasus Bank Century perlu ditindaklanjuti secara hukum. Ada enam partai yang tergabung dalam Setgab, yaitu Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Persatuan Pembangunan.
Namun, dalam pemungutan suara pembentukan hak angket pajak DPR, beberapa waktu lalu, Partai Golkar dan PKS berseberangan dengan anggota Setgab lainnya. Situasi itu membuat Presiden SBY menyatakan bahwa dirinya akan mengevaluasi partai-partai koalisi. Ia ingin mendapatkan penegasan kembali komitmen anggota koalisi.
Syarif mengungkapkan, sikap solid Setgab terutama diarahkan dalam mendukung kebijakan pemerintah. ”Insya Allah semua berkomitmen. Jadi, nanti, di media, tidak ada lagi perbedaan-perbedaan pendapat. Komunikasi di dalam Setgab juga akan semakin ditingkatkan,” ujarnya. Ia menegaskan, tidak ada perubahan dalam koalisi. Perubahan susunan koalisi, menurut Syarif, merupakan wewenang SBY.
Ia menjelaskan, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sampai kini masih tetap menjadi Ketua Harian Setgab. ”Hal ini merupakan keputusan Bapak Presiden sebagai Ketua Setgab. Kita harus patuh,” ujarnya.
Partai Golkar juga berkomitmen tidak akan lagi berseberangan pendapat dengan suara koalisi di parlemen. Setiap perbedaan pendapat antara anggota koalisi akan diselesaikan di tingkat internal. Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham usai bertemu dengan Syarif Hasan, Rabu (16/3) malam di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, hadir pula sejumlah fungsionaris Partai Demokrat dan Partai Golkar.
”Kami sepakat koalisi tetap utuh untuk bekerja dan mendukung program pemerintah. Kami juga menyepakati tentang road map koalisi ke depan dan bagaimana kita menyelesaikan perbedaan-perbedaan yang ada,” ujar Syarif. Menurut Syarif, ke depan akan dibangun kebersamaan yang lebih erat antaranggota koalisi. Idrus menambahkan, Golkar menjamin tak akan lagi berseberangan dengan suara koalisi di parlemen.
Di Klaten, kemarin, Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan, semua pihak berhenti mengusik partainya dengan ajakan bergabung di Setgab atau masuk dalam kabinet. Megawati menyatakan, PDI-P memegang teguh amanat Kongres Bali yang meminta tetap di luar pemerintahan.
Menurut Megawati, karena terlalu sibuk mengusik PDI-P agar bergabung dengan koalisi, pemerintah malah tidak fokus dengan tanggung jawabnya. ”Pemerintah semestinya fokus kepada pekerjaannya, mengetahui apa yang harus dikerjakan,” katanya. (FAJ/BIL/ATO)
Source : Kompas.com