LSI: Bahaya Jika Golput Menang

VIVAnews – Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi menyampaikan kerisauannya terkait peta politik 2014. Meski dalam survei terbaru LSI, muncul setidaknya sembilan partai politik pemenang pemilu, namun angka massa mengambang masih terlalu tinggi.

“Bahaya jika suara lari ke Golput (Golongan Putih). Pemilu tidak akan legitimate,” kata Burhan di Kantor LSI, Menteng, Jakarta, Minggu 19 Februari 2012.

Burhan menyebutkan meskipun suara Partai Demokrat dalam surveinya menurun drastis dibanding pemilu 2009, namun suara itu dia pastikan tidak berpindah ke lain partai. Mereka cenderung tak memilih partai politik lain. “Larinya bukan ke partai-partai yang lain tapi larinya ke pemilih yang belum memutuskan (bersikap),” ujarnya lagi.

Dalam presentasi survei bertema ‘Perubahan Politik 2014, Trend Sentimen Pemilih pada Partai Politik’, Partai Golkar meraih elektabilitas sebesar 15,5 persen, kemudian diikuti Demokrat 13,7 persen, PDIP 13,6 persen, Gerindra 4,9 persen, PPP 4,9 persen, PKB 4,6 persen, PKS 3,7 persen, Hanura 1,2 persen, lainnya 5,1 persen.

Survei sendiri diadakan pada 1-12 Februari 2012 di 33 provinsi di Indonesia dengan jumlah sample (responden) sebanyak 2.050 dan margin of error sebesar 2,2%. Sementara metode wawancara adalah dengan bertemu langsung atau tatap muka menggunakan kuesioner.

Diketahui, sebanyak 28,9 persen pemilih belum memberikan jawabannya (undecided voters) atau Golput. Menurut Burhan, angka itu menunjukkan kenaikan 5-6 persen dibandingkan pemilu 2009.

“Partai harus memperebutkan undecided votes ini dan caranya antara lain dengan memperbaiki kinerja, rekruitmen partai, dan meningkatkan elektabilitas partai di tingkat pemilih,” ucapnya.(np)

Source : Vivanews.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply