PARTAI GOLKAR: Kekalahan Pilkada Bukan Kekalahan Parpol

Jakarta, Kompas – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat atau DPP Partai Golkar, yang juga Wakil Presiden, Jusuf Kalla menyatakan, kekalahan partai-partai politik besar, termasuk Partai Golkar, dalam sejumlah pilkada provinsi bukan mencerminkan kekalahan parpol, melainkan kekalahan calon yang tak populer.

Pernyataan itu disampaikan Kalla, Selasa (8/7), seusai membuka seminar pilkada bertema ”Membangun Masyarakat Sadar Konstitusi”, yang digelar Bidang Hukum, HAM, dan Otonomi Daerah DPP Partai Golkar. Turut hadir dalam seminar itu Gubernur Lemhannas Muladi dan Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta.

”Semua pilkada, kalau ada lima calon, kan pasti cuma satu yang menang, dan pasti ada yang kalah. Demokrasi harus kita terima seperti itu. Pilkada itu kan intinya figur. Didukung oleh partai ya, tentu saja. Kalau yang didukung itu kalah, bukan berarti parpolnya kalah,” ujar Kalla.

Jika seorang calon didukung oleh banyak parpol, seperti dalam pilkada di DKI Jakarta, menurut Kalla, kekalahan seorang calon tidak berarti kekalahan semua parpol pendukungnya.

Pasangan kurang tepat

Kekalahan figur yang dicalonkan, menurut Kalla, besar kemungkinan lantaran Partai Golkar kurang memberi pilihan pasangan yang tepat untuk mendampingi figur yang dicalonkan maju dalam bursa pilkada.

Secara terpisah, Andi Mattalatta, yang juga Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, menilai, kekalahan terjadi lantaran mesin partai kurang bergerak akibat banyak kader Partai Golkar yang malah muncul untuk dicalonkan melalui parpol-parpol lain. ”Stoknya ya cuma segitu. Karena pilkada beda dengan pemilu legislatif. Kalau pemilu legislatif itu ibaratnya kerja borongan. Seluruh caleg jumlahnya puluhan ribu orang,” ujar Andi.

Namun, Andi menegaskan, kekalahan partainya di sejumlah pilkada provinsi bukan masalah besar. Partai Golkar, menurut dia, bukan cuma sekali dua kali ini mengalami kegagalan atau kekalahan. Malah dalam sejumlah pemilihan presiden, Partai Golkar sudah pernah mengalami kekalahan. (DWA)

Sumber : kompas.com

Leave a Reply