Pilkada Bandung, 2 Penyebar Selebaran Gelap Ditangkap

BANDUNG – Dua pelaku penyebaran selebaran gelap berjudul “15 Fakta Keprihatinan dan Kegagalan Kota Bandung 2003-2008” ditangkap petugas Linmas Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Minggu (10/8/2008). Mereka tertangkap tangan ketika tengah menyebarkan selebaran tersebut sebelum pencoblosan.

Para pelaku itu antara lain M Zaenudin (24) dan Ramdan Dusnadi (21). Keduanya merupakan warga Cisaranten Wetan RT 04/03 Kecamatan Cinambo, Bandung. Kedua orang ini ditangkap pada saat menyebarkan selebaran di jalan Cisaranten Wetan oleh warga Cisaranten M Karim.

Setelah itu, keduanya langsung diserahkan pada petugas Linmas yang tengah berpatroli dan langsung digelandang ke kantor Kecamatan Cinambo dan belum diserahkan ke petugas berwajib. “Mereka tiba-tiba saja membagikan selebaran itu kepada warga, karena mencurigakan saya langsung menangkapnya,” jelas M Karim.

Tidak hanya di Kecamatan Cinambo, penyebaran selebaran bernada memojokkan pun muncul di dua kelurahan di Perumahan Griya Cempaka Arum. Kelurahan tersebut ialah kelurahan Cimincrang dan Ranca Numpang kecamatan Gede Bage, Kota Bandung.

Warga Blok D Griya Cempaka Arum, Sonya Tabroni menjelaskan sebanyak 3.500 lembar selebaran yang menyudutkan pasangan Trendi disebar di kompleknya. “Mereka mulai menyebar pada Sabtu dini hari kemarin sekira pukul 02.30 WIB,” jelasnya.

Ditambahkannya, orang yang menyebar selebaran tersebut menggunakan satu sepeda motor dengan dua orang penumpang. Terkait penyebaran tersebut, dirinya sudah melapor ke Polda Jabar untuk ditindaklanjuti. “Polda akan menindaklanjuti laporan kami,” tegasnya.

Masalah penyebaran tersebut, Sonya berpendapat ada salahsatu pihak yang hendak mengadu domba warga GCA. “Bukan masalah politik jelang Pilkada, sebab warga GCA pun sudah apatis pada semua pasangan calon wali kota. Ini terlebih pada mengadu domba antara warga yang pro dan kontra,” bebernya.

Sebanyak 3.500 lembar itu disebar pada enam RW di dua kelurahan Cimincrang dan Ranca Numpang. Sonya yang juga anggota Aliansi Rakyat Tolak Pemaksaan Pabrik Sampah di Pemukiman (ARTP2SP) berharap aksi tersebut dapat ditindak secara hukum oleh pihak kepolisian. “Ini harus segera dilacak kebenarannya,” tegasnya.

Isi selebaran tersebut antaralain “Siapa Bilang PKS Menolak PLTSA? Ini Buktinya…! Aliansi dan PKS telah Membohongi Warga GCA (dibawah tulisan tersebut terpampang foto yang menggambarkan Ketua DPRD Husni mutaqien dari fraksi PKS mengikuti penandatangan nota Kesepahaman antara Dirut PD Rencana Pengolahan Sampah dengan Dirut PT BRILL, Yosep Soenaryo tentang PLTSa, red). Dibawahnya terdapat tulisan, Kalau begitu berarti Aliansi dan PKS telah membohongi warga GCA. Ingat…! Aliansi Pimpinan Tabroni dan PKS telah merusak kerukunan warga GCA”. Hanya saja dalam selebaran tersebut tidak tercantum siapa yang mengeluarkan atau bertanggung jawab. (Yugi Prasetyo/Sindo/mbs)

Source : Okezone.com

Leave a Reply