Survei, Mayoritas Kelas Menengah Tak Pilih Partai Islam

VIVAnews – Elektabilitas partai-partai Islam terus merosot. Mereka diprediksi akan mengalami kekalahan dalam Pemilu 2014 mendatang. Kesimpulan serupa juga ditemukan lembaga survei Avara.

Avara menggelar survei nasional terbaru pada 15 Juli sampai dengan 23 Agustus 2013 di antara kelas menengah. Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka 6 kota besar di Indonesia yaitu Jabodetabek, Medan, Surabaya, Makassar, Bandung, Semarang. Metode pengumpulan data secara stratified random sampling.

Jumlah sampel sebanyak 1.532 responden, berusia 20-54 tahun dengan pengeluaran keluarga lebih dari Rp4 juta per bulan. Sementara margin of error dari penelitian ini sebesar 2,5 persen.

Hasilnya, tingkat keterpilihan partai-partai nasionalis lebih dominan dibanding partai-partai Islam. “Partai-partai berbasis Islam kurang populer. PAN, PKB, PKS, PPP dan lainnya tidak mendapat elektabilitas tinggi,” kata Kepala Riset Avara, Hasanuddin Ali dalam konfrensi pers di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu 11 September 2013.

Hasanuddin mengatakan jika pemilu diadakan sekarang, maka partai-partai nasionalis akan keluar sebagai pemenang. Di sini, PDI Perjuangan mendapatkan elektabilitas tertinggi yaitu 14,8 persen. Kemudian, Gerindra 12,5 persen, Golkar 8,4, Demokrat 7,4 persen, Nasdem, 4,6, dan Hanura 3,8 persen.

“Partai dan tokoh-tokoh nasionalis masih akan bersaing di pemilu mendatang. Ini karena kelas menangh adalah kalangan yang rasional, tidak terlalu ideologis,” ujarnya.

Hassanudin menilai Partai Islam dan tokoh-tokohnya semakin mengalami degradasi. Ia menyebutkan setidaknya ada dua faktor utama yang mempengaruhinya yaitu isu korupsi, krisis pemimpin. “Tidak ada tokoh yang diandalkan, track record dan kapasitasnya kurang,” tuturnya.

Capres kelas menengah

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menjadi calon presiden yang paling diingat oleh kelas menengah dibandingkan dengan lainnya dengan angka 25,5 persen. Itulah salah satu temuan dari penelitian tentang elektabilitas capres 2014 oleh lembaga survei Alvara.

“Aburizal Bakrie memiliki Top of Mind tinggi di benak pemilih kelas menengah urban, terutama pada kelompok pemilih yang berusia 40-49 tahun,” kata Hasanuddin.

Hasanuddin mengatakan di bawah Aburizal muncul dua nama tertinggi yaitu Prabowo Subianto, 17,9 persen dan Megawati Soekarnoputri, 12,9 persen. Setelah itu, menyusul Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dengan 14,4 persen.

“Prabowo, Aburizal, dan Megawati merupakan 3 kandidat yang paling populer. Meski demikian, Aburizallah yang paling melekat di benak pemilih kelas menengah urban,” ujarnya.

Hasanuddin menjelaskan mengapa Aburizal menjadi tokoh yang paling melekat dalam pikiran kelas rasional tersebut. Salah satunya adalah seringnya pengusaha nasional itu tampil di media, baik cetak maupun elektronik, dan juga baliho-baliho untuk menyampaikan program-program politiknya.

Daftar elektabilitas partai selain nasionalis enam besar:
1. PKS 3,4 persen
2. PPP 2,2 persen
3. Pan 2,1 persen
4. PKB 1,7 persen
5. PBB 0,1 persen
6. PKPI 0,1 persen
7. Belum memutuskan 39 persen

Daftar tokoh dengan kategori paling diingat oleh kelas menengah:
1. Aburizal Bakrie 25,5 persen
2. Prabowo Subianto 17,9 persen
3. Megawati Soekarnoputri 12,9 persen
4. Joko Widodo 14,4 persen
5. Jusuf Kalla 8 persen
6. Dahlan Iskan 6,6 persen
7. Wiranto 5,5 persen
8. Surya Paloh 3 persen
9. Hatta Rajasa 2,3 persen
10. Mahfud MD 1,3 persen
(umi)

Source : Vivanews.com

Leave a Reply