siwah.com

Category: Education

  • KIP belum Kantongi Data Pemilih

    BANDA ACEH – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh hingga kini belum memiliki data tentang jumlah pemilih sementara di Aceh untuk Pemilu 2009 mendatang.

    Ketua KIP Aceh, Abdul Salam Poroh kepada Serambi Sabtu (11/7) mengatakan, terkait data pemilih tersebut, pihaknya masih menunggu laporan dari Pemerintah Aceh. “Data itu belum diserahkan oleh Pemda. Karena tugas pendaftaran pemilih itu ada di Pemda,” ujarnya.
    (more…)

  • Ikut Pilkada Gade dan Muslim Nonaktif dari DPRA

    BANDA ACEH – Menjelang pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Pidie Jaya serta Walikota dan wakil walikota Subulussalam, sejumlah anggota DPRA yang akan mencalonkan diri ke Pilkada telah mengajukan surat nonaktif dari anggota DPRA. Namun sebagian belum mengajukan surat itu.

    Dari lima anggota dewan yang akan maju dalam Pilkada di dua daerah itu, dua di antaranya telah mengajukan surat nonaktif. Mereka adalah M Gade Salam (Fraksi PPP) yang mencalonkan diri sebagai calon Bupati Pidie Jaya serta Muslim Aiyub (Fraksi PAN) yang mencalonkan diri sebagai calon Walikota Subulussalam.
    (more…)

  • Pendaftaran Cabup Pidie Jaya Berakhir: 18 Pasangan Mendaftar

    MEUREUDU – Pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Pidie Jaya yang akan maju dalam pilkada setempat yang direncanakan berlangsung 25 Oktober 2008 nanti, Jumat (11/7) berakhir. Hingga pendaftaran ditutup, jumlah calon yang mendaftar sebanyak 18 orang. Dari jumlah tersebut, lima orang di antaranya hingga kini belum ada pasangannya.

    Banyaknya calon yang mendaftar, diprediksikan akan terjadi perseaingan ketat dalam memperebutkan tampuk pimpinan di kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Pidie itu untuk lima tahun mendatang. Pasalnya, hingga pendaftaran berakhir, Jumat (11/7), jumlah cabup/wabup yang mendaftar saat Kantor Komisi Independen Pemilihan KIP sekitar pukul 18.15 WIB kemarin adalah, Tgk Nurzahri Saidi SH berpasangan dengan Tgk H Muhibuddin Husen Syeh.
    (more…)

  • Hari Ini Kampanye Dimulai: Polda Kerahkan 2/3 Personel

    BANDA ACEH – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mengerahkan sedikitnya 2/3 kekuatan polisi di Aceh untuk mengamankan masa kampanye Pemilu 2009 yang tahapannya dimulai hari ini, Sabtu (12/7) pukul 00.00 WIB. Jumlah personel polisi yang dilibatkan mengamankan kampanye pemilu tersebut diutarakan Kapolda Aceh, Irjen Pol Rismawan, kepada wartawan seusai Sosialisasi Kampanye kepada Partai Politik Peserta Pemilu 2009 di Kantor KIP Aceh, Jumat (11/7). Sementara itu, Komisi Independen Pemilihan (KI) secara resmi mengumumkan kegiatan kampanye sudah mulai berlaku sejak pukul 00.00 WIB Sabtu (12/7) sampai 5 April 2009. Namun, kampanye dimaksud bukan dalam bentuk rapat umum dan pengerahan massa, melainkan dalam bentuk pertemuan terbatas dan terutup. Sedangkan kampanye dalam bentuk rapat umum sesuai jadwal KPU baru bisa dilakukan pada 17 Maret-5 April 2009.
    (more…)

  • Partai Aceh Merasa Diteror, Polisi Pidie Perintahkan Penurunan Umbul-umbul

    Banda Aceh | Harian Aceh-Partai yang dibentuk eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Partai Aceh, mulai mendapatkan teror di sejumlah daerah. Karena umbul-umbul dan lambang partai yang mirip bendera GAM, aparat kepolisian Pidie memerintahkan DPW setempat menurunkan seluruh atribut partai.

    “Ini jelas teror,” kata Juru Bicara Partai Aceh, Adnan Beuransyah, kepada pers, di Banda Aceh, Kamis (10/7). Dia merasa sedang dihadang oleh pihak-pihak tertentu agar gagal dalam Pemilu 2009.
    (more…)

  • SIRA dan PA Siap Bersaing di Pemilu 2009

    Banda Aceh | Harian Aceh-Partai Suara Independen Rakyat Aceh (SIRA) dengan Partai Aceh (PA) sama-sama muncul dari organisasi pergerakan sejak masa konflik. Namun, pada Pemilu 2009 mereka akan tetap bersaing dalam merebut kursi legislatif. PA akan posisikan SIRA seperti Parlok dan Parnas lainnya.

    “Posisi mereka tetap saingan bagi kita, sama seperti Parlok dan Parnas lainnya. Mereka bukan lagi SIRA yang kita besarkan dulu,” tutur Adnan Beransyah, juru bicara Partai Aceh kepada Harian Aceh, kemarin.

    Namun demikian, aktivis PA akan menghormati aktivis di SIRA yang memilih berpartai, biarpun pada Pemilu nanti harus berpas-pasan sebagai lawan politik. “Kami tetap menghormatinya dan menghargai keputusannya,” lanjut dia.
    (more…)

  • Pemilihan Gubernur: Partai Politik dan Cagub Jatim 2008

    Mengacu hasil pemilihan legislatif 2004 dan aturan main politik yang ada, Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur telah menetapkan lima pasangan calon yang akan berkompetisi dalam pemilihan Gubernur Jatim 2008.

    Pertama, Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji), menggunakan kendaraan politik utama PPP dan ditopang parpol-parpol kecil, meliputi PPNUI, PNI-Marhaen, Partai Merdeka, Partai Pelopor, PIB, PNBK, PKPI, PBR, PDS, PKPB, dan Partai Patriot. Kekuatan kendaraan politik Kaji ini sekitar 16,72 persen suara.
    (more…)

  • Masuknya Calon Partai Politik Mengundang Malafungsi DPD

    Jakarta, Kompas – Banyaknya anggota dan tokoh partai politik yang ingin menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah dalam Pemilu 2009 dinilai mengkhawatirkan. Hadirnya calon dari parpol kemungkinan besar akan menimbulkan masalah dalam mekanisme kerja operasional DPD ke depan.

    Hal itu diungkapkan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, Kamis (10/7) di Jakarta. Kehadiran calon anggota DPD dari parpol dinilai tidak sesuai dengan semangat awal pembentukan DPD.
    (more…)

  • Pilkada Jatim: Ancaman Golput Tinggi

    Surabaya, Kompas – Hingga hari kelima kampanye pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2008-2013, Kamis (10/7), antusiasme masyarakat masih terlihat rendah. Sejumlah pengamat pun memperkirakan angka golput dalam pemilihan yang akan dilakukan pada 23 Juli ini sekitar 40 persen.

    Masyarakat memang mulai menghadiri kampanye kelima pasangan calon. Namun, kehadiran mereka lebih didorong oleh ketertarikan pada pertunjukan dangdut atau pembagian serta penjualan sembako murah yang digelar para pasangan calon.
    (more…)

  • Parpol dan Pemilu 2009

    Fantastis! Itulah kata yang terlontar saat Komisi Pemilihan Umum atau KPU, 7 Juli 2008, mengumumkan 34 partai politik nasional dan enam parpol lokal di Aceh akan mengikuti Pemilihan Umum 2009.

    Maklum, pertama, ketika kita berharap terjadi pengerucutan jumlah dari 48 parpol (Pemilu 1999) menjadi 24 parpol (Pemilu 2004) dan diharapkan menjadi 12 parpol (Pemilu 2009), ternyata malah membengkak menjadi 34 parpol nasional plus 6 partai lokal Aceh. Ini terjadi karena ”politik dagang sapi” pada proses legislasi yang menghasilkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD, antara lain, menetapkan, 16 parpol yang memiliki kursi di DPR otomatis menjadi peserta Pemilu 2009, ditambah 18 parpol baru yang lolos verifikasi, dan 6 partai lokal Aceh dibolehkan ikut pemilu legislatif. Ke-34 parpol nasional itu akan memperebutkan 560 kursi di DPR, sedangkan enam partai lokal Aceh akan memperebutkan kursi DPRA dan DPRD kabupaten di Aceh.
    (more…)