Tanpa Jokowi, 2014 Bukan Pemilu

JAKARTA,KOMPAS.com — Pengamat politik Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai, tidak ada tokoh dan politisi yang dapat menandingi popularitas dan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi. Dia menyatakan, tanpa Jokowi sebagai peserta Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, perhelatan demokrasi itu tidak dapat disebut pemilu. “2014 tanpa Jokowi, bukan pemilu,” ujar Boni dalam diskusi bertajuk...
Read More

Survei, Mayoritas Kelas Menengah Tak Pilih Partai Islam

VIVAnews – Elektabilitas partai-partai Islam terus merosot. Mereka diprediksi akan mengalami kekalahan dalam Pemilu 2014 mendatang. Kesimpulan serupa juga ditemukan lembaga survei Avara. Avara menggelar survei nasional terbaru pada 15 Juli sampai dengan 23 Agustus 2013 di antara kelas menengah. Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka 6 kota besar di Indonesia yaitu Jabodetabek, Medan,...
Read More

Kampanye Terselubung di Sosial Media Kian Gencar

TEMPO.CO, Jember – Acara pencoblosan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur akan berlangsung Kamis besok, 29 Agustus 2013, dan saat ini merupakan masa tenang. Namun, di Kabupaten Jember, justru kian gencar kampanye terselubung menggunakan fasilitas media sosial, seperti short message service (SMS), Facebook, Twitter, maupun BlackBerry Messenger (BBM). Isi kampanye umumnya berupa ajakan untuk memilih pasangan tertentu dengan...
Read More

Perilaku Pemilih Indonesia

PASCA-REFORMASI, rakyat sangat berpengaruh dalam perpolitikan di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari kekuatannya untuk memilih anggota DPR, DPD dan Presiden. Pada masa Demokrasi Terpimpin dan Demokrasi Pancasila, rakyat tidak memiliki kekuatan yang sangat berpengaruh untuk menentukan pemimpinnya karena pemimpin pada masa Demokrasi Terpimpin maupun Demokrasi Pancasila tidak dipilih secara langsung oleh rakyat.

Memotong ‘Goblokisasi’

“History repeats itself, first as tragedy, then as farce” (Karl Marx) ADA banyak penyesatan politis di Aceh. Orang-orang ‘pintar’ terlibat. Mereka bilang ke masyarakat awam bahwa UUPA dan MoU Helsinki adalah manifesto partai politik. Mahasiswa ilmu politik Semester I pun tahu kalau MoU Helsinki adalah konsensus konflik, sedangkan UUPA produk hukum.

Dua Partai Politik Fenomal Nasional dan Lokal: Partai Demokrat dan Partai Aceh Jelang Pesta Demokrasi PILEG 2014 Diambang Pinto Aceh

Mempertahankan kemenangan jauh lebih sulit daripada meraih kemenangan itu sendiri, didalam segala bidang mempertahankan prestasi dan predikat juara dibutuhkan konsistensi dan daya juang yang tinggi serta mental juara. Begitupula didalam bidang politik partai lokal yang saat ini mendominasi kursi di DPRA dan DPRK propinsi Aceh yaitu Partai Aceh menjelang pesta demokrasi Pileg 2014 tentu tidak mau...
Read More

Your TV Is Spying on You (And Why the Future of Political Advertising Depends on It)

The campaign strategy that married elections to big data is now being applied to your home theater. Political messaging is moving back to the living room. After an election in which Internet tactics seemed to captivate the public, political strategists are turning—or perhaps more accurately, returning—their attention to television advertising. TV isn’t sexy. Or at least,...
Read More

Politikus Tebar Pesona di Media Sosial

TEMPO.CO, Jakarta – Politikus juga memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi, menarik simpati, dan membangun citra sekaligus popularitas dalam momen Ramadan. Ketua Umum Partai Golongan Karya yang juga calon presiden dari partai tersebut, Aburizal Bakrie, sering menyapa calon pemilihnya lewat akun Twitter@aburizalbakrie. Pemilik akun berpengikut 180 ribuan orang ini rajin pula memasang aktivitas berbuka puasa yang dilakukannya...
Read More