Partai Aceh Tak Ditinggal Mantan Panglima GAM

Banda Aceh, Kompas – Pengurus Pusat Partai Aceh membantah klaim kubu Irwandi Yusuf dan Sofyan Dawood bahwa ada 15 mantan Panglima Wilayah Gerakan Aceh Merdeka yang telah membelot dan sepakat membentuk partai baru untuk melawan Partai Aceh. Dari 15 panglima tersebut, hanya empat orang yang telah dipecat dan tidak loyal, selebihnya masih loyal dengan Partai Aceh.

”Klaim itu tidak benar. Mereka hanya melebih-lebihkan. Dari sejumlah orang yang diklaim oleh Sofyan Dawood itu justru tak diundang di Hermes dan namanya diklaim begitu saja. Kami sudah bertanya kepada Abu Sanusi (mantan Panglima Wilayah GAM Aceh Timur) dan Abu Yus (Meulaboh). Mereka tak tahu-menahu,” kata pengurus pusat Partai Aceh, Muhammad Kautsar, yang juga Sekretaris Jenderal Tim Pemenangan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dari Partai Aceh Zaini Abdullah-Muzakir Manaf, Jumat (17/2).

Seperti diketahui, mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf bersama sejumlah mantan Panglima Wilayah Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menyatakan akan membentuk partai politik baru. Par- tai tersebut ditujukan untuk melawan Partai Aceh yang telah memecat mereka dari struktural.

Mantan juru bicara Pimpinan Pusat GAM Sofyan Dawood menyebutkan, ada 15 dari 17 mantan Panglima Wilayah GAM yang sudah setuju bergabung dengan partai baru tersebut nantinya. Dari 15 panglima itu, tiga di antaranya sudah kembali ke Partai Aceh.

Kautsar mengatakan, dari 15 panglima yang disebut Sofyan Dawood, hanya ada empat mantan panglima yang diberhentikan dari Partai Aceh. Mereka adalah Panglima GAM Wilayah Sabang Ayah Merin, Muharam Idris (Aceh Rayeuk), Bachtiar Sarbini (Aceh Jaya), dan Saiful Cage (Bireuen). Mereka, ujarnya, dipecat karena alasan politik dan kriminal. (HAN)

Source : Kompas.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

One thought on “Partai Aceh Tak Ditinggal Mantan Panglima GAM

Leave a Reply