Home > Education > Political Marketing > Seskab Dipo Alam Instruksikan Boikot Media Massa Nasional

Seskab Dipo Alam Instruksikan Boikot Media Massa Nasional

JAKARTA–MICOM: Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengakui telah menginstruksikan seluruh Sekretaris Jenderal dan Humas Kementerian/Lembaga Negara untuk tidak memasang iklan di salah satu harian dan televisi nasional. Dipo menegaskan, boikot terhadap kedua media massa itu dilakukan karena tiap menit dan tiap jam menayangkan berita yang isinya selalu mengkritik pemerintah.

Dipo menegaskan, dirinya akan terus memantau semua Kementerian/Lembaga Negara agar instruksi itu dilaksanakan. Boikot itu baru dicabut asalkan kedua media massa tadi mau memperbaiki diri. “Kalau intinya media ini terus mengkritik, tidak ada menit, tidak ada jam, saya instruksikan memang. Buat apa pasang di sana! Kalau memang kita mau kerja sama, mari yang obyektif,” kata Dipo di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (21/2).

“Tapi, ini coba liat. Ada media televisi, media koran yang tidak ada yang isinya tidak menjelek-jelekkan pemerintah. Gambarnya berulang-ulang, yang kebakaranlah, ditusuklah, segala macam. Buat apa ? Itu kan membuat investor pada lari. Seolah-olah Indonesia ini kacau. Indonesia ini gelap. Itu yang dikatakan Indonesia katanya menuju negara gagal,” cetusnya.

Ia menegaskan, boikot ini sama sekali tidak melanggar kebebasan pers. Lagi pula, pemerintah selaku pihak yang memiliki uang berhak memasang iklan di media mana pun. Menurut Dipo, dirinya tidak gentar seandainya dipermasalahkan ke Dewan Pers.

“Saya memberikan instruksi boikot itu kepada seluruh sekjen dan humas Kementrian. Kita bukan alergi kritik. Boleh kritik, kita senang dikritik. Tapi, isinya negatif dan akumulatif sehingga orang-orang menjadi mis lead, that is wrong. Itu bukan mengkritik. Itu bukan kebebasan pers. Saya mengatakan boikot saja. Yang tidak boikot, saya perhatikan,” ujarnya dengan nada tinggi.

“Tidak usah pasang iklan di situ. Toh yang punya uang itu pemerintah. Saya juga mengatakan menginstruksikan kepada seluruh staf khusus Presiden agar tidak usah menerima undangan interview dalam acara prime time. Itu hanya untuk melaku-lakukan televisi tersebut. Kita mau bicara apa salah. Dijelaskan salah. You masukkan saja (di berita). Tidak apa-apa,” tegasnya. (Nav/OL-2)

Source: media indonesia

Posted with WordPress for BlackBerry.

You may also like
Politik, Kekuasaan dan Industri Media
Internet dan Ancaman Polarisasi Opini
Media dan Gerakan Kerelawanan
Marketing Politik, Citra dan Media Baru

Leave a Reply