Jimly: Rakyat Aceh Perlu Perkuat Sistem Parlok

JAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie mengharapkan rakyat Aceh perlu menguatkan sistem partai politik lokalnya. Di sisi lain, Ia juga mengakui bahwa mekanisme pemilihan calon independen dalam pilkada di seluruh wilayah Indonesia merupakan sumbangan pemikiran rakyat Aceh.

“Saya akui bahwa pemilihan calon independen dalam sistem pencalonan kepala daerah adalah sumbangan pemikiran rakyat Aceh melalui perjanjian Helsinki tersebut,” ujar Jimly dalam diskusi ‘Menciptakan Aceh Damai’, di Komplek Perumahan DPR-RI, Kalibata, Jakarta, Minggu (16/10).

Kendati demikian, Jimly tetap mengharapkan rakyat Aceh perlu menguatkan sistem partai politik lokalnya, ketimbang jalur independen.

“Kepala daerah yang melalui jalur independen sampai saat ini baru 4 orang yang bisa menang di Indonesia. Memang diperbolehkan untuk mencalonkan diri sebagai independen, namun sangat sulit untuk mencapainya. Maka dari itu sayang apabila ada orang di luar daerah yang menggunakan partai masuk kedaerah tersebut, dapat mengambil alih keadaan politik di sana karena calon yang berasal dari daerah tersebut melalui jalur Independen. Sepertinya memang partai lokal sangat tepat untuk mengconter sistem pemilihan kepala daerah di sana,” ujar Jimly.

Sementara, saat ini politik di Aceh semakin memanas, karena mereka menilai UUPA yang memberlakukan calon independen untuk pemilihan kepala daerah hanya satu kali, membuat semua hak konstitusi masyarakat terhenti.(tribunnews.com)

Source : Serambi Indonesia

Leave a Reply